Batu Nisan

Di hari-hari pembangunan Masjid, suasana berkabung menyelimuti seluruh penduduk Madinah. ‘Utsman ibn Madh’un salah satu sahabat Muhajirin meninggal. Rasulullah sangat berduka atas meninggalnya ‘Utsman, saudara sesusuan beliau. Di hari pemakamannya, beliau datang dengan mengenakan jubah besarnya. Setelah ‘Utsman dikebumikan, beliau memerintahkan para sahabatnya untuk memerciki pusaranya dengan air. Sebongkah batu besar yang tidak mampu diangkat seorang sahabat yang tadinya diperintahkan Nabi, diletakkan di atas pusara dengan tangan beliau sendiri. “Dengan batu ini, aku akan mengetahui di mana makam saudaraku. Di makam ini pula aku akan memakamkan keluargaku”. Kata Beliau di tengah-tengah pemakaman Baqi’ al-Gharqad.
Inilah peletakkan batu nisan pertama kali agar mempermudah ketika hendak menziarahinya. Sekaligus untuk memberikan penghargaan dan mengenang amal perbuatan orang-orang Shalih. Diharapkan dengan mengunjungi makam-makam itu, kelak warga muslim tidak akan pernah melupakan jasa para pendahulunya dan meneladani seluruh perulaku mulianya.

Kutipan Buku Lentera Kegelapan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: