Ibadah IV

31. Siapa yang iktikaf pada malam Lailatulqadar itu kerana terdorong oleh iman dan ikhlas maka diampunkan dosanya yang telah lalu.” – Riwayat Adailamani

32. “Islam itu didirikan atas lima (perkara) – Menyaksikan bahawa tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahawasa nya Muhammad itu Rasulullah, mendirikan sembahyang, mengeluarkan zakat, naik haji ke Baitullah dan puasa sebulan Ramadhan. ”

33. Tiada seorang Muslim yang tiba padanya waktu sembahyang fardhu lalu dia menyempurnakan wuduk dan khusyuk serta rukuk,sujudnya melainkan sembahyang itu menjadi penebus dosanya yang telah lalu selama dia tidak berbuat dosa besar dan yang demikian itu sepanjang masa” (Riwayat Muslim dari Uthman r.a.)Dari An-Nawwas bin Sim’an r.a, dari Nabi SAW yang bersabda : ” Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik. Dan dosa pula adalah apa yang tersimpul di dalam diri engkau dan engkau benci bahawa ia diketahui manusia mengenainya. -Riwayat Muslim

34. “Tiada suatu yang lebih kusukai dari dua tetesan, yaitu tetesan darah yang tumpahan darah karena jihad fisabilillah dan tetesan air mata yang mengalir karena rasa takut dan rindu kepada Allah” (HR Turmudzi).

35. “Tidak akan masuk ke dalam neraka seorang yang menangis karena takut kepada Allah” (HR.Tirmidzi dan Abu Hurairah ra).

36. “Bertaqwalah kamu kepada Allah dan berlaku adillah dalam (hal) anak-anakmu” (Sahih. R Bukhari & Muslim)

37. “Bertaqwalah kamu kepada Allah, lakukanlah solat lima ( waktu ) mu, berpuasalah di bulan Ramadhan, tunaikanlah zakatmu dengan senang hati, taatilah orang yang memegang urusanmu, engkau akan masuk syurga Tuhanmu”. (Sahih. R.Tirmidzi, Ibnu Hibban & Haakim)

38. “Ibadat yang paling utama adalah berdoa”( Sahih R.Haakim, Ibnu’Adi & Sa’d)

39. “Siapa yang solat dua belas raka’at telah dibangunkan untuknya sebuah rumah di Jannah (yaitu) empat raka’at sebelum Zuhur dan dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah Maghrib, dua raka’at sesudah Isyak dan dua raka’at sebelum shalat Subuh”. (Riwayat Tirmidzi)

40. “Siapa yang solat empat raka’at sebelum zuhur dan empat raka’at sesudahnya, Allah telah mengharamkan orang itu ke neraka”.(Riwayat Al-Khamsah)

41. Bagaimana Engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu dari kebiasaanmu? Kita banyak meminta, banyak berharap kepada Allah. Tapi sibuknya meminta kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal kalau kita meminta akan berakibat kita merubah diri, dan Allah akan memberi apa yang kita minta. Kerana sebetulnya doa itu adalah pengiring agar kita dapat mengubah diri. Jika kita tidak pernah mahu berubah diri kita menjadi lebih baik, maka tentu ada yang salah dengan permintaan kita” -Hadis Riwayat Ibnu Ath-Tha’ilah dalam Kittabnya Al-Hikam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: