Batu Nisan

Di hari-hari pembangunan Masjid, suasana berkabung menyelimuti seluruh penduduk Madinah. ‘Utsman ibn Madh’un salah satu sahabat Muhajirin meninggal. Rasulullah sangat berduka atas meninggalnya ‘Utsman, saudara sesusuan beliau. Di hari pemakamannya, beliau datang dengan mengenakan jubah besarnya. Setelah ‘Utsman dikebumikan, beliau memerintahkan para sahabatnya untuk memerciki pusaranya dengan air. Sebongkah batu besar yang tidak mampu diangkat seorang sahabat yang tadinya diperintahkan Nabi, diletakkan di atas pusara dengan tangan beliau sendiri. “Dengan batu ini, aku akan mengetahui di mana makam saudaraku. Di makam ini pula aku akan memakamkan keluargaku”. Kata Beliau di tengah-tengah pemakaman Baqi’ al-Gharqad.
Inilah peletakkan batu nisan pertama kali agar mempermudah ketika hendak menziarahinya. Sekaligus untuk memberikan penghargaan dan mengenang amal perbuatan orang-orang Shalih. Diharapkan dengan mengunjungi makam-makam itu, kelak warga muslim tidak akan pernah melupakan jasa para pendahulunya dan meneladani seluruh perulaku mulianya.

Kutipan Buku Lentera Kegelapan

Iklan

Keinginanku

Ya Allah
Hentikan keinginanku hanya pada-Mu
Aku takut menjadi hamba keinginan
Karena keinginan menjadikan aku hina
Terlebih jika keinginan itu di luar batas kewajaran yang seharusnya
Ketika keinginanku sudah memuncak
Ia akan menuntut kemustahilan
Yang tidak memandang sisi lain
Selain dari keterpenuhan keinginan
Aku takut akan keinginanku
Aku takut terkebak keinginan
Aku takut digembala oleh keinginan
Menuju kandang ketamakan
Tanpa pertolongan dari-Mu
Tiada seorangpun bisa melepaskan diri dari gudang ketamakan
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Penuhi kalbu dan hatiku hanya untuk bersama-Mu
Bukan hanya mengingat Dzat Mu
Namun selalu bersama Engkau untuk menuju Engkau hanya karena Engkau saja
Tiada yang lain selain Engkau saja

Irsyah, 20092017

KEMUNAFIKANKU

Di alam ruh aku telah bersumpah menyatakan bahwa Allah adalah Tuhanku
Namun kini terkadang aku lupa akan sumpah itu
Bahkan teradang aku menciptakan Tuhan sendiri menurut kehendakku
Allah hanya memberiku amanah untuk hanya beribadah kepada-Nya
Namun nyatanya aku memiliki ibadah lain yang bukan hanya untuk Allah semata
Aku selalu berdoa memohon petunjuk jalan yang lurus
Namun kakiku malah melangkah ke jalan yang gelap gulita

Jika aku sendiri masih berkubang dengan sifat munafik
Apa mungkin aku bisa mengatakan kemunafikan orang lain
Atau karena aku yang jelas-jelas munafik menjadi sebab aku mudah memunafikkan orang lain yang belum tentu mereka munafik di sisi Allah

Di sini aku dan Kemunafikanku

Seharusnya Menjalani

Terkadang apa yang sedang terjadi dan telah terjadi pada diriku tidak seperti yang aku bayangkan dan inginkan. Malah sebaliknya kejadian itu terjadi begitu saja seperti semua sudah berjalan sebagaimana mestinya tanpa harus diarahkan dan dikendalikan
Terkadang hati masih sulit untuk menerima semuanya karena tidak semua yang aku ketahui berjalan seperti seharusnya, entah karena pengetahuanku yang salah atau karena pengetahuan yang aku miliki tidak sampai sana sehingga berat untuk mengakuinya dan merelakannya

Jika saja apa yang terjadi seperti yang aku ketahui atau seperti yang aku bayangkan, tidak menjamin hal itu akan berjalan seperti seharusnya sebab kehidupan yang terjadi bukan hanya milikku seorang namun semua yang hidup diberikan kesempatan untuk merasakannya oleh Allah

Jika semua yang hidup sementara itu memiliki gambaran masing-masing kejadian yang seharusnya otomatis apa yang terjadi bukalah yang seharusnaya malahan sebaliknya kacau, rancu, dan tidak terkontrol

Pada akhirnya biarlah semua kejadian terjadi bukan karena seharusnya melainka karena itu sudah Kehendak Allah SWT, tinggal bagaimana aku menjalaninya. Apa aku akan menjalani seperti Keinginan dan Ridha-nya ataukah aku menjalaninya seperti seharusnya dengan tiada pernah rasa syukur di dalamnya

Belajar seharusnya menjalani buka mencoba menjalani yanv seharusnya.

Tetap semangat

Jika Seharusnya

pendidikan-sikrus-1

Jika pendidikan formal akan dibuat full day
Apa tidak seharusnya pendidikan di pesantren dilegalkan

Jika ada kemungkinan bahasa daerah akan semakin banyak yang hilang
Apa tidak seharusnya pembelajaran di sekolah menggunakan Dahasa Daerah sebagai dominannya bukan Bahasa Indonesia atau malahan Bahasa Asing

Jika banyak lulusan sekolah yang menjadi beban negara karena pengangguran
Apa tidak seharunsya pendidikan di sekolah lebih megarah kepada kreatifitas dibanding intelektualitas

Jika hasil pembelajaran lebih berhasil ketika dilaksanakan di lembaga bimbingan
Apa tidak seharusnya pembelajaran di sekolah dikurangai

Jika materi Matematika atau Bahasa Inggris bisa ditempuh dalam jangka waktu yang cepat
Apa tidak seharusnya mapel tersebut ditiadakan di sekolah

Jika pendidikan sekolah lebih mengarah kepada karakter
Apa tidak seharusnya anak lebih sering terlibat dalam setiap kegiatan masyarakat sekitar

Jika memang ini semua hanya pemikiran konyol semata
Apa tidak seharusnya diabaikan saja apa yang tertulis di atas

Irsyah, 04102016-1317

Cara Membedakan antara Malaikat dan Setan

duel

Cara untuk membedakan antara makhluk ghaib, apakah itu Malaikat ataukah itu Setan ada baiknya ikuti kisah di bawah ini yang terjadi antara Nabi Muhammad SAW dan Sayyidah Khadijah setelah pengangkatan Muhammad SAW sebagai Nabi Akhir Jaman dengan ditandai penerimaan wahyu pertama QS. Al-Alaq ayat 1-5

Seperti yang telah direncanakan, ketika Jibril menemui baginda Nabi maka beliau segera memanggil istri tercintanya itu.
“Wahai Khadijah, ini Jibril datang padaku”.
“Kemarilah suamiku. Duduklah di atas pahaku yang sebelah kiri”.

Mendengar permintaan itu, Nabi langsung duduk di atas paha Khadijah. Sesaat kemudia istrinya berbisik lirih di telinga beliau, “Apakah kau masih melihatnya?”
“Ya”, jawab Nabi
“Suamiku, beralihlah ke paha sebelah kanan”.
Nabi lantas pindah ke paha Khadijah sebelah kanan. Beliau kembali berbisik di telinga suaminya.
“Apakah kau masih melihatnya?”
“Ya”, jawab Nabi

Pelan-pelan Khadijah kemudian membuka cadarnya sehingga wajah dan kepalanya terbuka. Sambil memangku Nabi, Khadijah kembali bertanya, “Apakah engkau masih melihatnya?”
Nabi menjawab, “Tidak”
Kini Khadijah yakin bahwa sosok yang menemui suaminya itu adalah Jibril. Dengan gembiranya, berliau berkata pada Rasulullah, “Teguhkanlah dirimu wahai putra pamanku dan bergembiralah. Demi Allah, sesungguhnya yang datang kepadamu adalah malaikat bukan syaitan”

Team Sejarah 2010, ATSAR, Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW -Lentera Kehidupan – Untuk Mengenal Pendidik Sejati Manusia, Kediri : Pustaka Gerbang Lama, 2012, hal. 109-110

Tulisan pada Batu Pondasi Ka’bah

Pada batu yang menjadi pondasi bangunan Ka’bah yang telah diletakkan Nabi Ibrahim telah ditemukan sebuah batu bertuliskan bahasa Suryani. Kejadian ini terjadi saat renovasi Ka’bah untuk pertama kalinya sedangkan usia Nabi Muhammad SAW saat itu sekitar 35 tahun

2241930469_0bdc91b249_m

“Aku adalah Allah sang pemilik Bakkah, Aku membangunnya ketika kuciptakan langit, bumi, matahari dan bulan. Aku mengelilinginya dengan tujuh malaikat yang setia. Malaikat-malaikat itu akan selalu begitu hingga gunung-gunung yang mengitarinya runtuh. Dan Aku berikan keberkahan bagi ahli Bakkah di dalam air dan susu”

Team Sejarah 2010, ATSAR, Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW -Lentera Kehidupan – Untuk Mengenal Pendidik Sejati Manusia, Kediri : Pustaka Gerbang Lama, 2012, hal. 95

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: