Jika Seharusnya

pendidikan-sikrus-1

Jika pendidikan formal akan dibuat full day
Apa tidak seharusnya pendidikan di pesantren dilegalkan

Jika ada kemungkinan bahasa daerah akan semakin banyak yang hilang
Apa tidak seharusnya pembelajaran di sekolah menggunakan Dahasa Daerah sebagai dominannya bukan Bahasa Indonesia atau malahan Bahasa Asing

Jika banyak lulusan sekolah yang menjadi beban negara karena pengangguran
Apa tidak seharunsya pendidikan di sekolah lebih megarah kepada kreatifitas dibanding intelektualitas

Jika hasil pembelajaran lebih berhasil ketika dilaksanakan di lembaga bimbingan
Apa tidak seharusnya pembelajaran di sekolah dikurangai

Jika materi Matematika atau Bahasa Inggris bisa ditempuh dalam jangka waktu yang cepat
Apa tidak seharusnya mapel tersebut ditiadakan di sekolah

Jika pendidikan sekolah lebih mengarah kepada karakter
Apa tidak seharusnya anak lebih sering terlibat dalam setiap kegiatan masyarakat sekitar

Jika memang ini semua hanya pemikiran konyol semata
Apa tidak seharusnya diabaikan saja apa yang tertulis di atas

Irsyah, 04102016-1317

Cara Membedakan antara Malaikat dan Setan

duel

Cara untuk membedakan antara makhluk ghaib, apakah itu Malaikat ataukah itu Setan ada baiknya ikuti kisah di bawah ini yang terjadi antara Nabi Muhammad SAW dan Sayyidah Khadijah setelah pengangkatan Muhammad SAW sebagai Nabi Akhir Jaman dengan ditandai penerimaan wahyu pertama QS. Al-Alaq ayat 1-5

Seperti yang telah direncanakan, ketika Jibril menemui baginda Nabi maka beliau segera memanggil istri tercintanya itu.
“Wahai Khadijah, ini Jibril datang padaku”.
“Kemarilah suamiku. Duduklah di atas pahaku yang sebelah kiri”.

Mendengar permintaan itu, Nabi langsung duduk di atas paha Khadijah. Sesaat kemudia istrinya berbisik lirih di telinga beliau, “Apakah kau masih melihatnya?”
“Ya”, jawab Nabi
“Suamiku, beralihlah ke paha sebelah kanan”.
Nabi lantas pindah ke paha Khadijah sebelah kanan. Beliau kembali berbisik di telinga suaminya.
“Apakah kau masih melihatnya?”
“Ya”, jawab Nabi

Pelan-pelan Khadijah kemudian membuka cadarnya sehingga wajah dan kepalanya terbuka. Sambil memangku Nabi, Khadijah kembali bertanya, “Apakah engkau masih melihatnya?”
Nabi menjawab, “Tidak”
Kini Khadijah yakin bahwa sosok yang menemui suaminya itu adalah Jibril. Dengan gembiranya, berliau berkata pada Rasulullah, “Teguhkanlah dirimu wahai putra pamanku dan bergembiralah. Demi Allah, sesungguhnya yang datang kepadamu adalah malaikat bukan syaitan”

Team Sejarah 2010, ATSAR, Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW -Lentera Kehidupan – Untuk Mengenal Pendidik Sejati Manusia, Kediri : Pustaka Gerbang Lama, 2012, hal. 109-110

Tulisan pada Batu Pondasi Ka’bah

Pada batu yang menjadi pondasi bangunan Ka’bah yang telah diletakkan Nabi Ibrahim telah ditemukan sebuah batu bertuliskan bahasa Suryani. Kejadian ini terjadi saat renovasi Ka’bah untuk pertama kalinya sedangkan usia Nabi Muhammad SAW saat itu sekitar 35 tahun

2241930469_0bdc91b249_m

“Aku adalah Allah sang pemilik Bakkah, Aku membangunnya ketika kuciptakan langit, bumi, matahari dan bulan. Aku mengelilinginya dengan tujuh malaikat yang setia. Malaikat-malaikat itu akan selalu begitu hingga gunung-gunung yang mengitarinya runtuh. Dan Aku berikan keberkahan bagi ahli Bakkah di dalam air dan susu”

Team Sejarah 2010, ATSAR, Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW -Lentera Kehidupan – Untuk Mengenal Pendidik Sejati Manusia, Kediri : Pustaka Gerbang Lama, 2012, hal. 95

Pidato Nikah Abu Thalib

Di bawah ini mupakan petikan pidato yang disampaikan oleh Abu Thalib pada saat pernikahan Baginda Nabi Muhammad SAW dengan Sayyidah Khadijah

“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita keturunan Nabi Ibrahim as serta menjadikan kita putra dari Ismail as keturunan Ma’ad dan kerabat Mudhar. Allah juga telah menjadikan kita penjaga Baitullah dan mengatur tanah Haram. Menjadikan kita bait yang dikunjungi jamaah haji. Menjadikan tanah Haram aman, serta mengangkat kita sebagai pemutus persoalan masyarakat. Kemudian putra saudaraku yang bernama Muhammad bin Abdullah yang dimana keutamaannya tidak pernah dapat disaingi oleh siapa pun, hari ini dia datang untuk melamar salah satu putri kalian yang bernama Khadijah. Meskipun harta Muhammad sedikit, semua tidak lain hanya karena kenikmatan harta benda pasti akan lenyap serta membuat kita lalai. Semua itu hanya pinjaman yang harus dikembalikan. Saat ini pula dia menyerahkan maskawin dalam jumlah sekian dengan demikian bereslah urusan.

Team Sejarah 2010, ATSAR, Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW -Lentera Kehidupan – Untuk Mengenal Pendidik Sejati Manusia, Kediri : Pustaka Gerbang Lama, 2012, hal. 84

images

HUT RI Ke-70

Logo-DP-BBM-HUT-Kemerdekaan-Indonesia-Ke-70

70 tahun sudah kita medeka
Merdeka dari penjajahan bangsa asing
Merdeka dari penindasan negara asing
Merdeka dari segala bentuk dan rupa penindasan

Angka 70 bukan sembarang angka tanpa makna
Namun angka yang bisa dikatakan tonggak awal bagi kita mendapat pertolongan
Karena menurut orang Jawa, angka tujuh disebut Pitu
Pitu dalam artian PITULUNGAN (Pertolongan)

Semoga pemahaman orang Jawa tersebut menjadi doa buat bangsa dan negara ini
Sehingga sejak hari ini dan selamanya
Indonesia akan mendapat pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa
Pertolongan untuk bangkit dari kemiskinan
Pertolongan untuk hidup rukun dan sejahtera
Pertolongan untuk hidup dengan bangga menjadi tuan di tanah sendiri

Sedangkan angka 0 bisa mengandung pengertian nihil/kosong/IKHLAS
Dengan artian bisa jadi pertolongan akan datang pada mereka yang ikhlas
Pertolongan tersebut diberikan kepada mereka yang membersihkan diri dari keinginan yang bersifat individu
Pertolongan Tuhan adalah pertolongan tanpa syarat dan ketentuan tertentu
Karena Tuhan Mahakuasa dan Masa Berkehendak

Kumpulan-Gambar-DP-BBM-Hut-RI-ke-70-17-Agustus-21

Jadikan HUT RI – 70 ini menjadi tonggak awal untuk kita semua
Membangkitkan kembali jiwa kita dalam berbhineka tunggal ika
Bahwa kita berbeda bukan untuk dibedakan
Melainkan untuk bersatu dalam cengkraman burung garuda
Burung garuda yang dengan angkuh menjunjung tinggi 5 sila pancasila
5 Sila yang memberikan simbol dalam menjalin hubungan Vertikal dan Horizontal
Karena Indonesia sekali lagi bukan negara agama
Indonesia adalah negara kebangsaan
Berbangsa satu bangsa Indonesia
Berbahasa satu bahasa Indonesia

LOGO+70+TAHUN+INDONESIA+MERDEKA+oleh+Susetyo+Basuki+09+april+2015+versi+kecil

HUT RI-70
Ayo Kerja
Ayo Bekerja
Ayo Berbuat demi Bangsa
Ayo Bergerak
Ayo Berdiri di Kaki Sendiri

indonesia-merdeka

Toleransi Ora Po-Po

images

Ketika kita berbeda bukan berarti kita salah
Di saat kita tak sejalan bukan berarti kita tersesat
Karena apa yang kita pahami berbeda
Karena apa yang kita pandang berbeda

Aku begini karena ini yang aku pahami
Kamu begitu karena itu yang kamu tahu
Kalian gimana karena itu yang kalian terima
Kita adalah apa yang kita yakini

Jangan terlalu mudah menuduh salah
Karena belum tentu kita benar
Karena kita tidak tahu sebenarnya
Yang ada adalah berusaha sebisanya

Yang pakai usholli bukan berarti lebih benar
Dari yang tidak pakai, Begitu juga sebaliknya
Yang pakai qunut bukan berarti lebih diterima
Dari yang tidak pakai, begitu juga sebaliknya

Kita hidup di dunia bhineka tunggal ika
Kita berbeda karena untuk bersama
Kita bersatu karena kita tidak sama
Maka mari berjalan bersama-sama

Irsyah, 8 Juli 2015

Kenangan Terakhir Bersama Bunyai saat Umroh 1435 H

maqam-ibrahim-kabah

Ramadhan 1435 H, tepatnya pada tanggal 17, Ibu nyai Syarofah binti Hasan atau yang lebih kita kenal dengan nama Bunyai Musyarofah Mufid menunaikan ibadah Umroh ke tanah suci didampingi salah satu putra beliau, Gus Abdul Muhaimin.

Sesampainya di sana, maka semua rangkaian ibadah dilaksanakan seperti pada umumnya. Akan tetapi, entah mengapa bunyai terus menyampaikan keinginannya kepada gus Muhaimin agar dibawa mendekat ke Ka’bah Rumah Allah SWT
“Boten saget BU!!!, teng ngandap penuh?!”, jawab gus Muhaimin
Karena memang kenyataannya demikian, ketika bulan Ramadhan maka jama’ah yang datang untuk Umroh tidak kalah banyak dengan ketika datang musim Haji. Bahkan waktu itu, bunyai hanya bisa didorong di kursi roda oleh Gus Imin di bangunan baru tempat thawaf khusus

Pada akhirnya , gus Imin selalu mencari inisiatif (atas kehendak Allah) mencari celah agar Bunyai bisa mendekat ke Ka’bah. Kesempatan itu datang setelah Idul Fitri tiba, waktu itu gus Imin mencoba melihat kondisi di sekitar Ka’bah. Alhamdulillah keadaan di sekitar Ka’bah lengang. Secepatnya gus Imin mengajak bunyai dan mendorong kursi roda beliau mendekat ke Ka’bah. Persisnya di belakang maqom Ibrahim.
Namun anehnya Bunyai tidak beraksi sama sekali, beliau hanya memandang Ka’bah tanpa menangis dan tanpa memanjatkan do’a. Padahal pada lumrahnya, siapa pun yang mendekati Ka’bah pasti akan terharu karena rindu dan cinta atau paling tidak mengadahkan tangan dan memanjatkan do’a agar secepatnya bisa kembali ziarah ke Baitullah Makkah Al Mukaromah. Saat itu gus Imin hanya duduk bersila di bawah kursi roda Bunyai.

Tidak lama kemudian, datang seseorang yang tidak bisa dibilang muda lagi, karena sudah terlihat renta. Beliau mendatangi bunyai dan menyapa. Sesaat terjadi dialog antara orang tersebut dengan gus Muhaimin yang kurang sedikit banyak mengerti dan mampu berbahasa Arab, karena beliau lama belajar di pondok pesantren Modern Gontor.

Tidak lama kemudian, orang tersebut berdo’a dan Bunyai ikut mengamini dan mengadahkan tangan, yang mana sebelumnya Bunyai tidak berdo’a sama sekali. Usut punya usut, ternyata orang tersebut adalah Imam Besar Masjidil Haram yang menjadi Imma Jama’ah setiap Shalat Subuh.
Allahu Karim, sungguh perpisahan yang indah sekali. Umroh terakhir yang penuh dengan kata Subhanallah

Hal ini sebagaimana yang telah diceritakan gus Muhaimin kepada sebagian alumni As-Syafi’iyah di depan Ndalem sesaat setelah Tahlil Bersama Alumni di Musholla Pondok. Tepatnya pada hari Kamis, 30 April 2015 Pukul 09.30 WIB

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: