Pernikahan III

21. “Apabila seorang wanita mendirikan solat yang lima, berpuasa pada bulan Ramadhan, memelihara kemaluannya dan mentaati suaminya, maka dia masuk syurga dari pintu-pintu syurga manapun yang dikehendakinya.”(HR. Ibn Hibban)

22. “Apabila seorang wanita ridha atas kehamilannya dari suaminya yang sah, sesungguhnya ia telah mendapat ganjaran pahala seperti ibadah puasa dan mengerjakan ibadah-ibadah lainnya dijalan Allah; dan jika ia merasa berat, letih atau lesu, tidaklah dapat dibayangkan oleh penghuni langit dan bumi, betapa kesenangannya disediakan oleh Allah di hari akhirat nanti. Apabila anaknya lahir, maka dari setiap teguk air susu yang dihisap oleh anak, si ibu mendapat kebajikan pahala. Apabila si ibu berjaga malam (kurang tidur kerana anak) maka si ibu mendapat ganjaran pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba sahaya kerana Allah.”(HR. Ibn Hibban)

23. Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah.- Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.

24. Jika seorang berzina maka keluarlah iman daripadanya bagaikan payung diatas kepalanya dan bila menghentikannya maka kembalilah iman kepadanya (Riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi & Al-Tarmizi)

25. Jabir berkata: “Kami bersama-sama dengan Nabi Muhammad s.a.w. dalam suatu peperangan. Ketika kami kembali ke Madinah, kami hendak masuk (ke rumah-rumah kami). Maka beliau bersabda: “Sabarlah, sampai masuk malam, agar isteri berhias dari kusut masai dan berdandan (berhias) perempuan yang (lama) dtinggalkan oleh suaminya.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

26. Rasulullah SAW pernah ditanya tentang seseorang yang berzina dengan seorang wanita dan berniat untuk menikahinya, lalu beliau bersabda,”Awalnya perbuatan kotor dan akhirnya nikah. Sesuatu yang haram tidak bisa mengharamkan yang halal”. (HR. Tabarany dan Daruquthuny).

27. Dari Alqamah ia berkata: Aku sedang berjalan bersama Abdullah di Mina lalu ia bertemu dengan Usman yang segera bangkit dan mengajaknya bicara. Usman berkata kepada Abdullah: Wahai Abu Abdurrahman, inginkah kamu kami kawinkan dengan seorang perempuan yang masih belia? Mungkin ia dapat mengingatkan kembali masa lalumu yang indah. Abdullah menjawab: Kalau kamu telah mengatakan seperti itu, maka Rasulullah saw. pun bersabda: Wahai kaum pemuda! Barang siapa di antara kamu sekalian yang sudah mampu memberi nafkah, maka hendaklah ia menikah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menahan pandangan mata dan melindungi kemaluan (alat kelamin). Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penawar bagi nafsu . Janganlah kalian saling hasad, saling membenci, saling mencari kesalahan, saling menipu, tetapi jadilah hamba Allah yang bersaudara. (Hadis Riwayat Muslim)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: