One For All or All For One

all-for-one-and-one-for-all_t

Bagaimana engkau bisa mengatakan menyayangi semuanya
Jika engkau tidak bisa menyayasungi sesuatu
Namun bagaimana juga engkau bisa mengatakan menyayangi sesuatu
Kalau tidak bisa menyayangi semuanya
“One for All and All for One”

Ketika engkau yakin sayang akan sesuatu
Maka sudah seharusnya dirimu sayang
Dengan semua yang ada pada sesuatu tersebut
Meski semua itu sulit untuk dipahami

Ketika engkau bisa sayang semuanya
Berarti engkau benar-benar sayang sesuatu
Karena rasa sayang akan semuanya
Berawal dari rasa sayang akan sesuatu

Kita tidak bisa sayang pada seseorang
Hanya karena salah satu faktor yang ada padanya
Karena hal itu akan terkesan aneh
Sehingga sayang kita karena semua yang ada pada dirinya

Semua yang ada pada diri tercinta
Menjadi alasan kita mencitainya
Namun ketika hal itu ada pada diri orang lain
Kita tidak salah jika mencintai yang lain

Namun ketika diri tercinta tidak berbalas
Tidak perlu kecewa
Karena cinta ada pada diri sendiri
Bukan pada berbalas atau tidak

Aku Mencintaimu ….
Sudah cukup
Aku tidak butuh yang lain
One for All to make All for One

Irsyah, 927-20100214:99(1-2)

Hormatilah Orang yang Tidak Puasa

 

574962_520802794612005_1022030703_n

Si Mbah itu, dengan wajah nyebelin tiba2 muncul lagi dan langsung nerocos

“Ndak usah merasa benar karena mampu berpuasa. Juga ndak usah menyalah-nyalahkan orang gak berpuasa.

Karena semua sudah jelas bahwa puasa itu pembeda antara orang kuat dengan orang lemah. Nggak puasa itu tanda orang lemah, puasa itu tanda orang kuat.

Dan hal ini tak bisa ditutupi dengan kepandaian argumentasi, kekarnya badan atau kekuatan kekuasaan dunia model apapun.

Dan karena puasa itu satu2nya ibadah rahasia mahluk dengan Khalik, maka ketika mahluk merapat ke Khalik, pasti akan mendapat kekuatan2 rahasia dari Khalik yang tak diberikan kepada orang yang tak berpuasa.

Tetapi ketika ibadah rahasia ini kita pertontonkan di depan umum hingga menjadi tidak rahasia lagi, maka kekuatan rahasia itu pun ikut meredup luntur. Hingga kita hanya beroleh louweeee…ngouwelaaak…hanya mendapat lapar dan haus, merana lahir bathin. Hiks!

Dan sudah sepantasnya orang kuat berendah hati menghormati orang lemah layaknya orang kaya yang menyantuni orang miskin. Bukan sebaliknya, selalu manja dan rewel ngemis “Hormatilah orang puasa…!”

Dan mulai sekarang, kamu juga ikut puasa fesbuk! Ndak usah ikut 2an mendadak Ustadz…!”

Heiks! Mateng awak iki wis…

Oleh : Dody Ide

%d blogger menyukai ini: