Adam Bapak Manusia

kisah nabi adam

Adam diturunkan ke bumi pada milenium ke-6 SM sebagaimana catatan dalam Perjanjian Lama. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT tidak menciptakan Adam dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh permukaan bumi, kemudian Adam berketurunan sesuai asal bumi itu. Di antaranya ada yang berkulit merah, hitam, putih, atau di antara keduanya. Di antaranya ada yang keras, halus, dan di antara keduanya. Karena Adam dicipta dai adim’l-Ardl (permukaan bumi), kemudian ia disebut Adam.

Setelah Allah selesai membuat relief Adam, Allah membiarkannya selama 40 hari (riwayat lain menyebut 40 tahun). Lalu Allah memberi titah pada Malaikat : “Jika Aku telah meniup padanya di antara roh-Ku, maka jatuhkan diri kalian padanya untuk menghormat”.
Allah lalu meniup roh pada Adam. Semua malaikat segera menghormat kecuali Iblis. Iblis menolak untuk menjatuhkan diri karena kesombongannya. Kemudian Allah mengusirnya dari surga,

Dari tulang rusuk kiri Adam lalu dicipta Hawa. Allah berfirman : “Hai Adam! Tinggallah kamu dan istrimu di surga dan makanlah darinya dengan lapang, apa pun yang kalian kehendaki dan jangan mendekati pohon ini, sehingga kalian termasuk orang yang dzalim”. (QS. 2:36)
Iblis menyusup masuk surga melalui bantuan ular. Ia membujuk Adam dan Hawa agar memakan buah pohon Khuldi, “Jika kamu makan buah Khuldi, kamu akan kekal di surga”, rayunya.

Hawa meraih buah pohon itu lalu memakannya. Adam mengikuti istrinya. Allah murka dan mengusir keduanya ke bumi. Adam diturunkan di Lembah Sirnadib India(1) sedangkan Hawa di Jiddah Makkah. Iblis diturunkan di Eilah sedangkan ular di Asfihan. Adam diturunkan melalui pintu taubat sedangkan Hawa melalui pintu Rohmat. Iblis melalui pintu la’nat sedangkan ular melalui pintu murka.
Tarikh Saptuaginta(2) memperkirakan Adam diturunkan pada waktu Ashar tahun 6.216 SH atau kurang lebih 5.591 SM.(3)

Di bumi, masing-masing mencari kawannya. Dan Adam dipertemukan dengan Hawa di ‘Arofat saat hari Arofah. Kemudian Adam dan Hawa berketurunan. Ia dikarunia putra Habil dan Qabil. Lalu terjadi peristiwa pembunuhan Habil oleh Qabil yang menyebabkan Adam tidak bisa tersenyum selama seratus tahun.
Di usia yang ke 130 tahun (menempat di bumi), atau lima tahun setelah peristiwa pembunuhan Habil, Adam dikaruniai anak yang diberi nama Syits. Syits berarti anugerah Allah. Sebab kedudukan Syits menggantikan Qabil yang melarikan diri ke Aden Yaman.(4)

Adam hidup di bumi sampai usia 930 tahun saat keturunannya telah mencapai kisaran 40.000.(5) Attho’ Akhorosany menceritakan: “Saat Adam wafat, semua makhluk berkabung dan menangis selama tujuh hari. Kemudian –menurut satu pendapat- ia dimakamkan di Mughoroh di antara al-Quds dan masjid Ibrahim. Juga ada yang menyebutkan Adam dimakamkan di Gua Abi Qubais di Makkah.

Ibn Ismail, Sang Pangeran : Studi Kesejarahan Periode Para Rasul dan Bani Israil, (Kediri: TeTES Publishing, 2012), hal. 6-8

-1- Menurut catatan Atlas sejarah Nabi dan Rasul, Adam diturunkan di lembah yang memiliki puncak tertinggi. Diperkirakan tempat itu adalah puncak gunung Everest, bagian dari pegunungan Himalaya yang memiliki ketinggian hampir sembilan kilo (8.848 m). Sami bin Abdullah Al-Maghlouth, Atlas sejarah para Nabi dan Rasul, (AL-Mahira, cet. III, Feb. 2011), 20
-2- Taurat cersi Greka Yunani. Menurut sejarawan, penulisan Taurat versi Yunani (Saptuaginta) ini adalah penulisan terbaik bahkan dibandingkan dalam bahasa Ibrani sendiri dan yang berbahasa Samira yang banyak ditemukan perubahan-perubahan.
-3- Menurut Atlas sejarah para Nabi dan Rasul, periode Adam antara 5.872-4.942 SM, 44.
-4- Konon Iblis mendatangi Qabil dan berkata, “Sebenarnya yang melahap korban Habil adalah api, sebab dia adalah penyembah api, maka bangunlah tungku api agar bermanfaat buatmu dan keturunanmu”. Lalu Qabil membangun tugu api, dan ia menjadi orang pertama penyembah api. Al Haqiqi mengutip dalam Tafsirnya bahwa, Qabil biasa melempari orang yang berlalu di sampingnya. Sampai suatu ketika, salah satu anak Qabil yang buta mendekat dengan dituntun anaknya (cucu Qabil)
“Itu adalah ayah bapak, Qabil!”, tutur cucu Qabil
Si buta mendahului Qabil melempar hingga Qabil mati. Cucu Qabil menghardiknya, “Engkau telah membunuh ayah bapak sendiri”.
Si buta marah dan menampar anaknya hingga mati seketika. Lalu ia menyesal, “Celaka! Aku telah membunuh ayahku dengan lemparanku dan membunuh anakku dengan tamparanku!”. Haqqy, Tafsir Haqqy (CD Makatbah Syamela), III:239 dan Ats-Tsa’laby (Abi Ishaq Ahmda ibn Muhammad ibn Ibrahim An-Naisabury), ‘Arois’l-Majalis, (Beirut: Dar’l-Kutub al-Ilmiyah), 47
-5- Mujir’d-Din, Al0Uns al-Jalil, (CD Maktabah Syamela), 39-41

Cerita Dari Neraka Indonesia

Berikut ini cerita lucu tentang kondisi neraka khusus orang Indonesia.
Adalah orang perampok kawakan asal Indonesia yang mati tertembak polisi ketika sedang merampok bank. Begitu meninggal, nyawanya langsung di kirim ke neraka.

Di pintu masuk neraka, terpampang tulisan nama-nama negara seperti, Inggris, Amerika, Rusia, Jepang dan lainnya termasuk Indonesia. Setelah bertanya ke bagian informasi, ternyata neraka itu dibagi-bagi sesuai dengan asal setiap orang, tapi siapapun boleh memilih ke neraka negara mana saja.

Karena si perampok ini ngefans sama celebrities Amerika, akhirnya dia memilih masuk ke pintu neraka Amerika. Pintu di buka, ternyata tidak banyak orang yang antri.

“Kalian diapain di sini?” dia bertanya kepada salah satu yang antri.

“Pertama kita didudukkan di atas kursi listrik selama satu jam, lalu didudukkan lagi di atas kursi paku selama satu jam, terakhir disiram dengan bensin dan disulut api sambil menunggu setan Amerika datang yang akan mencabik kita sepanjang sisa hari.”

Karena kedengarannya tidak menyenangkan, si perampok tadi pindah ke pintu neraka negara lain. Mulai dari Rusia, Inggris, Jepang dan negara-negara lain. Tapi, perlakuan di sana sama semua seperti di neraka Amerika.

Akhirnya dia memutuskan untuk ke neraka orang Indonesia, siapa tahu perlakuannya lebih menyenangkan. Pintu dibuka, dia kaget. Banyak sekali orang yang antri di sini, bahkan orang-orang dari negara lain ikut berdesak-desakan.

“Kalian diapain di sini?” dia bertanya kepada salah satu orang Indonesia yang ikut antri.

“Pertama kita didudukkan di atas kursi listrik selama satu jam, lalu didudukkan lagi di atas kursi paku selama satu jam, terakhir disiram dengan bensin dan disulut api sambil menunggu setan Indonesia datang yang akan mencabik kita sepanjang sisa hari.”

“Lho! Itu kan sama persis dengan neraka-neraka yang lain?!” si perampok ‘ga habis pikir. “Tapi, kenapa orang yang antri lebih banyak ketimbang di neraka tetangga sebelah?”

“Mas, di sini service-nya sangat-sangat buruk; kursi listriknya nggak nyala karena listrik sering mati, kursi pakunya nggak ada – tinggal pakunya aja karena kursinya sering diperebutkan, bensinnya juga ‘ga ada tuh – harganya melambung tinggi, panitia ‘ga sanggup beli,” kata orang tadi. “Dan yang paling enak, setannya itu dulu anggota DPR, jadi dia cuman dateng, tanda tangan absen, langsung pulang…”

PENJARA Vs KANTOR

PENJARA : Kamu hidup di ruangan 8X10 m2.
KANTOR : Kamu hidup di ruangan 6X8 meter2.

PENJARA : Dapat 3 kali makan, gratis.
KANTOR : Harus beli sendiri

PENJARA : Untuk kebiasaan baik mendapat hadiah istirahat. KANTOR : Untuk kebiasaan baik mendapat hadiah TAMBAHAN KERJAAN he…he…

PENJARA : Penjaga akan membukakan pintu dan membuka & menguncikan pintu untuk kamu.
KANTOR : Kamu harus membawa sendiri, membuka sendiri, menutup serta mengunci sendiri semua pintu yang kamu punyai.

PENJARA : Kamu bisa nonton TV tiap hari.
KANTOR : Kamu bisa dipecat kalau nonton TV

PENJARA : Kamu punya ruangan pribadi.
KANTOR : Kamu harus selalu bersama teman kerja.

PENJARA : Diizinkan bertemu dengan keluarga untuk bersenda gurau.
KANTOR : Kamu sama sekali tidak diijinkan bersantai ria bersama keluarga di sini.

PENJARA : Semua pengeluaran ditanggung negara.
KANTOR : Kamu harus tanggung pengeluaran dirimu sendiri dan memotong gajimu lewat pajak untuk menghidupi yang ada di penjara.

Sekarang lebih milih PENJARA atau KANTOR sob?
@fakta2keren

Buah Kesabaran atas Meninggalkan Dosa

Pada masa Bani Israil ada seorang pemuda yang ketampanannya tidak tertandingkan. Dia bekerja sebagai penjual keranjang dari pelepah kurma. Pada suatu hari, saat dia berkeliling dengan membawa keranjang dagangannya, ada seorang wanita yang keluar dari rumah seorang raja Bani Israil.

Demi melihatnya, si wanita dengan cepat masuk kembali ke dalam rumah untuk memberitahukan pada putri raja: “Di pintu tadi saya melihat seorang pemuda yang menjual keranjang, tak pernah saya melihat pemuda setampan dia.”
Sang putri berkata: “Suruh dia masuk.”

Si wanita tadi keluar dan mengajak masuk pemuda itu. Setelah dia masuk, pintu dikunci rapat. Lalu datanglah sang putri menemuinya dengan wajah dan bagian lehernya terbuka. Maka si pemuda berkata: “Hai, tutuplah (auratmu), semoga Allah memaafkanmu!”
Dengan terus terang si wanita menjawab: “Kami tidak memanggilmu untuk membeli daganganmu, akan tetapi untuk melakukan sesuatu.”

Si wanita pun mulai menggoda dan merayunya. Sementara pemuda itu berkata: “Takutlah kamu kepada Allah,”
Sang putri malah mengancam: “Bila kau tidak mengikuti keinginanku, aku akan beritahukan kepada raja bahwa kau masuk untuk memaksa diriku berbuat macam-macam.”

Kemudian pemuda itu mengajukan permintaan: “Tolong sediakan untukku air untuk berwudhu.”
Jawab sang putri: “Oh rupanya kau masih mencari alasan?! Hai pembantu, tolong sediakan untuknya air wudhu di atas mahligai itu,” sebuah tempat yang tidak mungkin pemuda itu bisa kabur dari situ.

Setelah pemuda itu tiba di mahligai, dia berdo’a: “Ya Allah, sungguh aku sekarang telah dijak untuk bermaksiat kepadaMu, tetapi aku memilih untuk melemparkan diri dari atas mahligai ini keluar kamar dan tidak jatuh dalam perbuatan dosa.”

Kemudian dia membaca basmalah lalu melemparkan dirinya. Saat itu pula Allah menurunkan malaikatNya yang memegang kedua ketiak pemuda itu sehingga dia jatuh dalam keadaan berdiri di atas kedua kakinya. Ketika sampai di tanah dia berkata: “Ya Allah, bila Engkau berkehendak, karuniakanlah kepadaku rizki hingga aku tak perlu lagi berdagang keranjang-keranjang.”

Allah mengabulkan do’anya. Allah mengirimkan untuknya sekawanan belalang yang terbuat dari emas, maka diambilnya sampai bajunya terisi penuh. Setelah itu dia berkata:”Ya Allah, bila ini merupakan rizki yang Engkau karuniakan kepadaku dari dunia ini, maka karuniakanlah untukku keberhahan di dalamnya. Tapi, bila rizki ini akan mengurangi jatahku yang tersimpan di sisiMu di akhirat nanti, maka aku tidak membutuhkannya.”

Tiba-tiba terdengar suara yang mengatakan bahwa ini hanyalah satu dari dua puluh lima bagian pahala atas kesabaranmu menanggung derita saat melemparkan dirimu dari tempat yang tinggi itu.

Lalu dia berkata: “Kalau begitu ya Allah, aku tidak membutuhkan sesuatu yang nanti akan mengurangi jatahku yang ada padaMu di akhirat.”
Maka diambillah kembali emas-emas itu oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh : Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

%d blogger menyukai ini: