Pidato Nikah Abu Thalib

Di bawah ini mupakan petikan pidato yang disampaikan oleh Abu Thalib pada saat pernikahan Baginda Nabi Muhammad SAW dengan Sayyidah Khadijah

“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita keturunan Nabi Ibrahim as serta menjadikan kita putra dari Ismail as keturunan Ma’ad dan kerabat Mudhar. Allah juga telah menjadikan kita penjaga Baitullah dan mengatur tanah Haram. Menjadikan kita bait yang dikunjungi jamaah haji. Menjadikan tanah Haram aman, serta mengangkat kita sebagai pemutus persoalan masyarakat. Kemudian putra saudaraku yang bernama Muhammad bin Abdullah yang dimana keutamaannya tidak pernah dapat disaingi oleh siapa pun, hari ini dia datang untuk melamar salah satu putri kalian yang bernama Khadijah. Meskipun harta Muhammad sedikit, semua tidak lain hanya karena kenikmatan harta benda pasti akan lenyap serta membuat kita lalai. Semua itu hanya pinjaman yang harus dikembalikan. Saat ini pula dia menyerahkan maskawin dalam jumlah sekian dengan demikian bereslah urusan.

Team Sejarah 2010, ATSAR, Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW -Lentera Kehidupan – Untuk Mengenal Pendidik Sejati Manusia, Kediri : Pustaka Gerbang Lama, 2012, hal. 84

images

Iklan

Takdir Jodoh

jodoh_rahsia_allah_by_mezie93-d6g4eah

Cinta terbuat dari dua hati satu perasaan
Cinta itu layaknya sebuah peperangan, mudah disulut
Tapi sangatlah sulit untuk dipadamkan

Cinta memiliki alasan
Tetapi janganlah menjadikan cinta sebagai alasan atas kelemahan
Mencari pasangan hiduo tidaklah semudah mencari pacar
Jodoh Adalah TAKDIR

Selamat Menempuh Hidup Baru
Semoga Menjadi Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah

By : Zahwa Al-Muayyad
To : Lukman (Shacma) dan Uswah (Lotus)

Qobiltu

(Versi Lamaran)

Qobiltu …
Sebuah kata yang menjadi penanda ketika dirimu sudah siap
Siap untuk tidak menerima pinangan orang lain

Qobiltu …
Sebuah kata yang menjadi penanda buat dirimu
Bahwa sebantar lagi dirimu harus berbakti kepada orang lain

Orang lain yang bahkan terkadang tiada pernah engkau bayangkan
Orang lain yang benar-benar baru dalam kehidupanmu
Karena bisa jadi orang itu tidak pernah hadir dalam mimpimu
Bahkan engkau sendiri tidak pernah mengharapkan datangnya

Qobiltu …
Ketika sudah terucap dari dirimu
Maka dirimu akan bersiap menjadi makmum dari seseorang
Seseorang yang kau yakini akan menuntutmu ke ridho Allah SWT

Qobiltu …
Memang sebuah kata sederhana
Namun memiliki sebuah makna yang tiada terkira
Karena dirimu akan menyerahkan sepenuhnya
Baik dan buruknya kehidupan yang akan engkau jalani bersamanya

Maka janganlah engkau mudah mengucapkannya
Jika memang yang datang bukanlah orang yang disyaratkan syari’at
Namun jangan sampai dirimu menyimpannya
Ketika telah datang orang yang memenuhi syarat syari’at

Dirimu bisa menolak siapa pun yang datang sedang dirimu tidak berkenan
Bahkan dirimu bisa menerima siapa pun yang datang saat dirimu berkeinginan
Namun bagaimana engkau akan menerima dan menolak pinangan
Ketika tiada satu pun yang berkeinginan untuk mengajukan pinangan

Doa

(Versi Akad Nikah)

Qobiltu …
Karenanya maka apa yang sebelumnya diharamkan untuk diriku berubah seketika menjadi halal
Qobiltu …
Karenanya maka aku telah mengambil alih kewenangan orang tua atas dirimu untuk diriku tanpa memberikan ganti rugi yang sepantasnya

Qobiltu …
Karenanya maka aku harus berusaha menjadi imam dan bertanggung jawab sepenuhnya dalam kehidupanmu selanjutnya
Qobiltu …
Karenanya maka aku harus bisa menjadi kepala rumah tangga yang bisa menjadi teladan yang utama dalam keluarga kecil kita nanti

Qobiltu …
Karenanya maka aku mau tidak mau bersedia menanggung baik dan buruk yang engkau miliki
Qobiltu …
Karenanya maka aku harus bisa menerima apa pun kekurangan dan kelebihan yang engkau miliki

Qobiltu …
Karenya maka aku harus siap dhohir dan batin untuk memenuhi kebutuhan hidupmu
Qobiltu …
Karenanya maka aku harus menjaga ucapanku agar tidak kelua kata-kata tabu dari lisanku sehingga akan menjadikan apa yang halal sebelumnya berubah menjadi haram kembali

Qobiltu Nikachaha Wa Tazwijaha Bil Mahril Madzkuri
Aku Terima Nikah dan Kawinnya dengan Mahar Tersebut

PERNIKAHAN-Q

Lukman Uswah

Sebuah hubungan baru yang terikat hanya dengan sebuah ucapan
Sebuah ucapan yang biasa saja namun memiliki harapan
Harapan untuk mengarungi perjalanan kehidupan
Kehidupan yang berlandaskan keimanan

Karena bagi siapa pun yang merasa tidak nyaman
Maka mereka memilih untuk menghindar dari pernikahan
Karena pernikahan hanya sebuah amalan dan tuntunan
Selain dari TUHAN namun juga dari Muhammad Sang Suri Tauladan

Engkau boleh untuk tidak melaksanakan pernihakan
Namun apakah dengan tidak menikah engkau merasa nyaman
Bukankah Allah SWT menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan
Kemudian kenapa engkau memilih hidup dalam kesendirian

Seseorang yang kita kenal, beliau sayyidina Usman bin Affan
Hanya takut berada di alam barzah setelah kematian
Karena hanya di situ manusia berada dalam kesendirian
Manakah yang lebih menyakitkan dibanding sendirian

Sesuatu yang asalnya haram menjadi halal untuk dilaksanakan
Bukan hanya karena ucapan namun karena apa yang engkau berikan
Sehingga mahar yang akan engkau berikan kepada pasangan
Adalah hak pasangan (istri) yang harus diberikan

Berikan mahar pernikahan yang berada dalam ranah keabadian
Sehingga sampai kapan pun tidak akan berubah di makan jaman
Mahar jangan hanya berupa ucapan apalagi bacaan Al-Qur’an
Namun sesuatu seperti emas permata yang tetap seperti itu meski diapa-apakan

Bukan kehadiran kalian yang kami harap-harapkan
Karena kehadiran membutuhkan jarak dalam sebuah perjalanan
Namun doa dari kalian semua yang sangat kami butuhkan
Karena tiada yang sanggup menolak sebuah doa kepada TUHAN

Untuk itulah kami bukanlah manusia yang suci dari segala bentuk kesalahan
Maka maafkanlah kesalahan kami agar perjalanan kami ke depan tiada hambatan
Sehingga kami bisa membina rumah tangga bersama semua dukungan
Dari kalian semua yang terikat dengan kami karena alasan Keimanan

Salam dari kami,
Lukman dan Uswah

%d blogger menyukai ini: