AMALAN PADA TANGGAL 1 MUHARROM (1 SURO)

muharram-6

Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Hafsoh r.a. : “Barangsiapa yang berpuasa di akhir bulan Dzulhijjah dan awal bulan Muaharrom maka Allah menjadikannya sebagai kafarat dosa 50 tahun dan satu hari puasa di bulan Muharrom sama dengan puasa 30 hari”

Imam Al-Ghozali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin berkata, bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda : “Barangsiapa berpuasa tiga hari di bulan Muharrom (Kamis, Jum’at dan Sabtu) maka Allah menulisnya sebagai ibadah 70 tahun”

Ketika melihat Hilal disunnahkan membaca do’a :
هِلاَلُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ هِلاَلُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ آمَنْتُ بِمَنْ خَلْقَكَ آمَنْتُ بِمَنْ خَلْقَكَ آمَنْتُ بِمَنْ خَلْقَكَ
Setelah itu membaca surat Al-Mulk (Tabaarok)
Fadhilahnya adalah pertolongan dari Allah SWT

Membaca ayat kursi sebanyak 360x dengan Basmallah kemudian dilanjutkan dengan membaca do’a :
اللَّهُمَّ يَا مُحَوِّلِ اِلَى اَحْسَنَ اْلاَحْوَالِ, بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَاعَزِيْزُ يَامُتَعَالِ, وَصَلَّى الله تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Fadhilahnya adalah sebagai benteng dari segala tipu dayanya setan pada tahun ini, dan masih banyak fadhilah-fadhilah lagi yang akan dirasakan sendiri bagi yang mengamalkannya

Membaca do’a awal tahun, yaitu :
يِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اْلحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَمْلاَءُ خَزَائِنَ اللهِ نُوْرًا وَتَُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرْجًافَرْجً وَسُرُوْرًا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ كَثِيْرًا اَللَّهُمَّ اَنْتَ اْلاَبَدِىُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعَوَّلِ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ اَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاَوْلِيَاءِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلاِمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلاِسْتِغَالَ بِمَايُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَااالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ وَصَلَّى الله تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَامَحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Dibaca sebanyak 3x, fadhilahnya adalah syetan berkata : Dia mencari aman untuk dirinya dan dua Malaika selalu menjaga dari syetan beserta bala tentaranya

Bersinarlah Kotamu (Madinah), Junjunganku (Nabi Muhammad SAW)

madinah

Selama 84 tahun Imam Malik tidak pernah beranjak dari kota Madinah. Beliau memang merasakan keterikatan yang tinggi terhadap kota ini. Bahkan ketika diajak Khoifah Harun Ar-Rasyid untuk berkeliling ke berbagai kota, untuk mensosialisasikan kitabnya Al-Muwattha’, beliau menolak. Katanya, “Baginda memaksa saya berpisah dari kota Madinah, tapi saya tidak akan mengutamakan dunia daripada kota Rosululloh SAW”.
Imam Malik lalu mengutip dua hadist Rosululloh SAW, yaitu “Madinah lebih baik untuk mereka (penduduknya), kalau mereka tahu”, dan “Kota Madinah bis amenghilangkan kotoran yang ada di dalamnya, sebagaimana ubupan (alat peniup api tukang besi) bisa menghilangkan karat besi”.
Madinah, inilah kota yang buminya merupakan salah satu yang paling disenangi Alloh dan Rosul-Nya. Inilah kota yang bersinar (Al Madinah Al Munawwaroh) oleh cahaya Rosululloh yang bersemayam di kota ini.

Keunggulan Madinah
Madinah memiliki keunggulan dibanding kota-kot alain, setelah Makkah. Kalau sholat di Masjidil harom pahalanya dilipatgandakan sampai 100.000 kali, maka di Masjid Nabawi dilipat-gandakan hingga lebih 1.000 kali. Bersabda Nabi Muhammad SAW, “Sholat di Masjidku ini (Masjid nabawi) lebih baik daripada 1.000 sholat di tempat lain, kecuali Masjidil Harom”. Dalam hadist lain beliau bersada, “Sholat di Masjid Madinah bernilai 10.000 sholat, sholat di Masjidil Aqso bernilai 1.000 sholat dan sholat di Masjidil Harom bernilai 100.000 sholat”.
Padahal demikian argumentasi para pendukung madzhab keunggulan Makkah atas Madinah, keutamaan amal itu sekaligus menunjukkan keutamaan bumi tempat amal tersebut dilaksanakan. Apalagi, ada sejumlah hadist shohih yang menegaskan keunggulan Makkah, antara lain, “Sungguh Makkah itu sebaik-baik kotanya Alloh”.
Ada juga yang berpendapat, Madinah lebih utama dibanding kota Makka. Pendapa ini antara lain dianut Sayyidina Umat bin Khattab dan Imam Malik. Suatu kali, seperti diriwayatkan Imam Malik dalam kitab Al Muwattha’, Umar berkata kepada Abdullah bin ‘Iyasy Al Makhzumi, “Apakah kamu berkata bahwa Makkah lebih baik dari Madinah?”
“Makkah adalah tanah suci Alloh (Haramulloh), kota yang dijadikan aman oleh-Nya, dan di sana ada Rumah-Nya (Baitullah):, jawab Abdullah
“Aku tidak bicara sama sekali tentang tanah suci-Nya dan tentang Rumah-Nya. Apakah kamu yang bilang bahwa Makkah itu lebih baik daripada Madinah?”
“Makkah adalah tanah suci-Nya, tempat aman-Nya dan di dalamnya ada Rumah-Nya”.
“Aku tidak bicara tentang tanah suci-Nya dan Rumah-Nya”, sergah Umar lagi

Syafaat Rosul
Apapun pendapat yang dipilih, Madinah adalah salah satu kota utama, salah satu dari dua tanah suci (Haromain). Karena keutamaannya itulah, maka penduduknya memiliki keistimewaan, yaitu mereka akan mendapatkan syafaat gratis dari Rosululloh SAW di hari kiamat nanti. Sabda beliau, “Barangsiapa bersabar atas kesulitan (hidup) di Madinah, maka aku akan mensyafa’atinya di hari kiamat.
Bersabda pula beliau, “Barangsiapa mampu untuk meninggal di kota Madinah, maka hendaklah ia mati di sana, karena tidak ada seorang pun yang mati di kota ini kecuali aku memberinya syafaat di hari kiamat”.
Dalam hadist shohih yang diriwayatkan Bukhori diceritakan, Rosululloh SAW setiap kali pulangdari perjalanan dan mulai melihat dinding kota Madinah, beliau mempercepat laju kendaraannya, karena cinta beliau terhdap kota ini. Sampai-sampai beliau berdo’a, “Ya Alloh, hujamkanlah di hati kami cinta kota Madinah seperti cinta kami terhadap kota Makkah atau lebih dahsyat lagi”.
Dalam hadist-hadist lain, beliau berdo’a untuk keberkahan kota Madinah, “Ya Alloh berikanlah barokah kepada kami di dalam kota kami dua kali lipat dibanding (barokah) untuk Makkah”. Atau do’a beliau untuk Sa’ad bin Abi Waqosh ketika beliau berada di dalam pagar Sikkah Hadidiyah (sekarang Babul ‘Anbariyah tempat masjid Syuqa berada), “Ya Alloh, berikanlah barokah kepada kami dalam kota kami dalam sha’ (ukuran berat makanan) kami, barokahilah kami dalam mud (ukuran berat makanan) kami, Ya Alloh jadikan bersama barokah itu dua barokah”.
Betapa tidak, inilah kota tempat turunnya wahyu Alloh, sampai-sampai tidak ada satu tempat pun di kota ini kecuali pernah dituruni satu ayat ayau beberapa ayat Al Qur-an, atau pun dibarokahi dengan hadist Nabi. Jadi seluruh pelosok dan bagian dari kota ini adalah untaian barokah. Maklumlah kota Madinah adalah kota tempat Nabi SAW berhijrah hingga wafat beliau.
Konon, di setiap tempat masuknya kota Madinah dijaga oleh para Malaikat sehingga tidak bisa dimasuki Dajjal dan penyakit tho’un. Kota Madinah juga kota terakhir yang dirobohkan Alloh di hari akhir nanti.

Karena keutamaannya itu pula, maka tidak seyogyanya orang berbuat maksiat di kota ini seperti halnya di kota Makkah. Bersabda Rosululloh SAW, “… dan tidak ada seorang pun dari penduduk Madinah yang berniat jahat kecuali akan dibuat meleleh oleh Alloh seperti melelehnya timah atau melelehnya garam di dalam air”. Dalam hadist lain yang diriwayatkan Imam Ahmad, beliau bersabda, “Barangsiapa berniat buruk terhadap kota Madinah, maka Alloh akan membuatnya meleleh seperti melelehnya garam di dalam air.

Al Ghozali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin dan disadur oleh Hamid Ahmad di harian Duta Masyarakat

Haji adalah Pembersih Dosa

Doa Setelah Sholat

Haji bisa membersihkan dosa hingga sebersih-bersihnya, sabda Rosululloh SAW, “Barangsiapa berhaji ke Baitulloh, lalu dia tidak berkata jelek dan tidak berbuat fasiq, maka dia akan keluar dari dosa-dosanya seperti halnya di hati dia dilahirkan ibunya”.

Haji seseorang bahkan bisa pula menjadi pembersih dosa orang lain. Kata Sayyidina Umar bin Khottob ra, “Orang yang melaksanakan haji, dosanya diampuni, juga dosa orang lain yang dimintakan ampun olehnya di bulan Dzulhijjah, Muharrom, Shofar, dna 20 hari pertama bulan Robi’ul Awwal”. Hal ini sejalan dengan doa Rosululloh SAW ketika berada di Arofah, “Ya Alloh, berilah ampun kepada jamaah haji dan orang-orang yang dimintakan ampun olehnya”.

Konon, adalah kebiasaan para ulama salaf untuk memberi dukungan kepada para mujahid dan menyongsong orang yang baru pulang dari haji. Mereka mencium dahinya, meminta doanya dan mereka bergegas untuk mendatangi rumahnya sebelum dia sempat terlibat perbuatan dosa.

Dalam hadist yang cukup masyhur ditegaskan, “Haji yang diterima (mabrur) tidak ada imbalan baginya kecuali surga”. Rosululloh SAW juga bersabda pada hadist lain, “Barangsiapa keluar dari rumahnya untuk berhaji atau berumroh, kemudian meninggal (di tengah jalan), maka dia akan diganjar dengan pahala haji dan umroh sampai di hari kiamat. Jika dia meninggal di salah satu tanah suci (Makkah atau Madinah), maka di hari kiamat kelak dia tidak akan dihisab, Masuklah ke dalam surga”.

Haji, sabda Rosululloh SAW, adalah sebaik-baik jihad. Berkata Imam Hasan Al Bashri, “Barangsiapa meninggal dunia selepas bulan Romadhon, sepulang dari jihad atau sekembalinya dari haji, maka dia tercatat mati syahid”.

Hamid Ahmad

6 Hal Yang dijamin Rosul SAW masuk Surga

kartun muslimah 6

Rasulullah SAW bersabda : “Jaminlah bagiku enam hal, niscaya aku jamin surga bagi kalian;
1. Jujurlah dalam berbicara,
2. Tepatilah apabila berjanji,
3. Tunaikanlah amanah yang diberikan kepadamu,
4. Jagalah kemaluanmu,
5. Tahanlah pandanganmu, dan
6. Tahanlah tanganmu dari berbuat dosa.
[Hadist Riwayat Ahmad, Al Baihaqi, Al Hakim, Ibnu Hibban]

.:: KEUTAMAAN MEMPERBANYAK ISTIGHFAR ::.

BismillaahiRRahmaaniRRahiim.. Seorang pedagang pergi kepasar untuk menjual dagangannya, Pasar begitu ramai oleh pembeli dan penjual …

Ia mengambil tempat .. lalu menggelar barang-barang dagangannya untuk dijual ..

lama sudah ia duduk menanti pembeli, namun tidak seorangpun merasa cocok dengan dagangannya itu. Mereka datang hanya melihat-lihat, lalu pergi begitu saja. Padahal sipedagang sedang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhannya …

Sudah lama ia menunggu .. dan tetap saja tidak seorangpun membeli dagangannya …

Resah dan kebingungan bergejolak didalam hati dan pikirannya,, Ia terus berpikir, apa yang harus dilakukan, tiba-tiba .. ia teringat sebuah Hadist yang pernah didengarnya dari seorang imam masjid yang berkata:

Rasulullah Salallahu’alaihi Wasallam bersabda :”Barang siapa memperbanyak istighfar, Allah jadikan kelapangan dari tiap-tiap duka cita/kesusahan, jalan keluar dari tiap-tiap kesempitan, dan Dia berikan kepadanya rezeki yang tidak di sangka-sangka..”

Segera ia memantapkan hati dan lisanya untuk terus menerus membaca istighfar …

Kemudian pedagang itu berkata, Demi Allah, sejak saya mulai beristigfar, orang-orang pada berdatangan untuk membeli .. Yang ini ingin membeli .. yang satunya lagi membeli .., bahkan menambahkan sendiri harganya, dan ada juga yang membeli dengan harga yang lebih mahal, sehingga saya benar-benar puas dan jiwa terasa lapang dalam menjual barang dagangan ..

Alhamdulillah .. saya bersyukur kepada-Mu ya Allah .. Uang kontan saya dapatkan .. lalu saya pulang kerumah ..Air mata mengalir tak tertahankan .. karena sebelumnya saya benar-benar telah banyak menyia-nyiakan ‘harta simpanan’ yang sangat berharga .. yaitu memperbanyak istighfar ….

(Sumber ; Ahmad Luqman Al-Hakim ..)

Keutamaan Sedikit Makan, Minum dan Tidur

Tiga hal yang mempengaruhi kerasnya hati, yaitu :
1. Menyenangi tidur
2. Senang beristirahat (menganggur)
3. Senang makan

Barang siapa kenyang di dunia maka lapar pada hari kiamat. Barang siapa lapar di dunia maka kenyang di akhirat

Barang siapa makan lebih dari kenyang maka sungguh ia telah makan yang haram

Perbuatan yang mulia adalah laparLapar adalah intisari dari ibadah

Barang siapa yang banyak makannya banyak pula adzabnya

Tidak ada kesehatan dengan banyak tidur, tidak ada kesehatan dengan banyak makan dan tidak ada obat pada sesuatu yang haram

Di antara kalian yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah yang paling banyak berlapar dan bertafakkur (merenungi kebesaran kekuasaan Allah SWT)

Hidupkanlah hati kalian dengan sedikit tertawa dan sedikit kenyang. Sucikanlah dengan lapar niscaya hati kalian akan jenius dan halus/lembut

Tidur pada waktu pagi mencegah rejeki

Jalaludin Assuyuthi, Terjemah Lubabul Hadist 400 Hadist pilihan diterjemahkan oleh M. Khoiron GZ, Surabaya : APOLLO, Hal. 108-109

Shodaqoh

Shodaqoh itu menolak mati jelek
Shodaqoh dengan sembunyi menghilangkan murka Allah
Shodaqoh terang-terangan adalah pelindung dari neraka
Shodaqoh itu menutup 70 pintu kejelekan

Takutlah dari neraka
Walaupun dengan (bershodaqoh) separuh kurma
Jika kalian tidak dapat, maka dengan perkataan yang baik
Kalian jangan malu memberi sedikit
Karena pelit adalah sama sekali tidak memberi

Barangsiapa menghardik pengemis
Maka malaikat menghardiknya pada hari kiamat
Mahar bidadari ‘In adalah segenggam kurma dan separuh roti

Harta tidak akan berkurang karena Shodaqoh
Shodaqoh adalah sesuatu yang besar (Nabi mengulangnya 3x)
Shodaqoh itu menolak cobaan dan memanjangkan umur

Jalaludin Assuyuthi, Terjemah Lubabul Hadist 400 Hadist pilihan diterjemahkan oleh M. Khoiron GZ, Surabaya : APOLLO, Hal. 61-62

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: