Kenangan Terakhir Bersama Bunyai saat Umroh 1435 H

maqam-ibrahim-kabah

Ramadhan 1435 H, tepatnya pada tanggal 17, Ibu nyai Syarofah binti Hasan atau yang lebih kita kenal dengan nama Bunyai Musyarofah Mufid menunaikan ibadah Umroh ke tanah suci didampingi salah satu putra beliau, Gus Abdul Muhaimin.

Sesampainya di sana, maka semua rangkaian ibadah dilaksanakan seperti pada umumnya. Akan tetapi, entah mengapa bunyai terus menyampaikan keinginannya kepada gus Muhaimin agar dibawa mendekat ke Ka’bah Rumah Allah SWT
“Boten saget BU!!!, teng ngandap penuh?!”, jawab gus Muhaimin
Karena memang kenyataannya demikian, ketika bulan Ramadhan maka jama’ah yang datang untuk Umroh tidak kalah banyak dengan ketika datang musim Haji. Bahkan waktu itu, bunyai hanya bisa didorong di kursi roda oleh Gus Imin di bangunan baru tempat thawaf khusus

Pada akhirnya , gus Imin selalu mencari inisiatif (atas kehendak Allah) mencari celah agar Bunyai bisa mendekat ke Ka’bah. Kesempatan itu datang setelah Idul Fitri tiba, waktu itu gus Imin mencoba melihat kondisi di sekitar Ka’bah. Alhamdulillah keadaan di sekitar Ka’bah lengang. Secepatnya gus Imin mengajak bunyai dan mendorong kursi roda beliau mendekat ke Ka’bah. Persisnya di belakang maqom Ibrahim.
Namun anehnya Bunyai tidak beraksi sama sekali, beliau hanya memandang Ka’bah tanpa menangis dan tanpa memanjatkan do’a. Padahal pada lumrahnya, siapa pun yang mendekati Ka’bah pasti akan terharu karena rindu dan cinta atau paling tidak mengadahkan tangan dan memanjatkan do’a agar secepatnya bisa kembali ziarah ke Baitullah Makkah Al Mukaromah. Saat itu gus Imin hanya duduk bersila di bawah kursi roda Bunyai.

Tidak lama kemudian, datang seseorang yang tidak bisa dibilang muda lagi, karena sudah terlihat renta. Beliau mendatangi bunyai dan menyapa. Sesaat terjadi dialog antara orang tersebut dengan gus Muhaimin yang kurang sedikit banyak mengerti dan mampu berbahasa Arab, karena beliau lama belajar di pondok pesantren Modern Gontor.

Tidak lama kemudian, orang tersebut berdo’a dan Bunyai ikut mengamini dan mengadahkan tangan, yang mana sebelumnya Bunyai tidak berdo’a sama sekali. Usut punya usut, ternyata orang tersebut adalah Imam Besar Masjidil Haram yang menjadi Imma Jama’ah setiap Shalat Subuh.
Allahu Karim, sungguh perpisahan yang indah sekali. Umroh terakhir yang penuh dengan kata Subhanallah

Hal ini sebagaimana yang telah diceritakan gus Muhaimin kepada sebagian alumni As-Syafi’iyah di depan Ndalem sesaat setelah Tahlil Bersama Alumni di Musholla Pondok. Tepatnya pada hari Kamis, 30 April 2015 Pukul 09.30 WIB

Mutiara 28’04’2014

kata mutiara

1. Hanya Allah SWT yang memiliki hak atas kata harus bukan kita (Makhluk)
2. Orang yang tidak di tempati Nur Allah, maka akan mudah stres karena tidak bisa melihat Allah atas segala sesuatu
3. Semua terjadi karena Allah maka serahkan semuanya kepada Allah
4. Jangan punya sikap rumongso atau merasa memiliki sesuatu karena akan menimbulkan sifat takabur
5. Kita tidak mempunyai kemampuan apa pun maka sejatinya tidak adalah makhluk yang fakir
6. Saat tidak ada sifat rumongso maka yang ada adalah pandangan penuh kasih dan rahmat
7. Ketika semua dikembalikan kepada Allah semua terlihat mudah
8. Segila-gilanya orang gila tidaka akan berani memkai Allah
9. Belajar melihat Allah pada semua hal baik sebelum maupun sesudahnya
10. Jasad jadi kendaraan ruh
11. Berdzijirlah dengan tenang
12. Merasa berdosa, Meminta Maaf, Memuji Allah, Membaca Sholawat baru kemudian Berdoa (tata cara doa yang mustajabah)

oleh : Gus Ma’shum Kebonsari

Quote of The 21’04’14

Quote-A-Life-Loading-HD-1024x576

1. Jangan menyepelekan doa yang diperuntukkan buat anak
2. Jika kita suka mengaji, belajar atau beribadah besar kemungkinan garis keturunan kita sebelumnya sampai kepada Nabi Ibrahim as
3. Perintah tetap menjadi perintah yang harus dijalankan meski nyawa yang menjadi taruhannya
4. Larangan tetaplah sebuah larangan yang harus ditinggalkan meski untuk itu dimusuhi oleh semua teman
5. Jaman sekarang jika tidak mendoakan anak dengan tekun akan menjadi bumerang bagi orang tua
6. Usia 112 tahun Nabi Ibrahim masih bisa memiliki keturunan
7. Jangan hanya menerima pada apa yang tampak
8. Usya adalah nama istri Nabi Zakaria dan hamil pada usia 98 tahun
9. Meski sebenarnya tidak mungkin namun jika Allah menghendaki maka hal itu pasti akan terjadi
10. Dengan mendoakan orang tua itu sudah termasuk birrul walidain
11. Ojo Dumeh (Jangan merasa karena) sudah memiliki derajat yang luhur/tinggi kita tidak mau berbicara sopan terhadap orang tua kita
12. Wajib bagi anak untuk bersikap dan berbicara sopan kepada orang tua
13. Anak yang berbakti kepada orang tua, jangankan di akhirat bahkan di dunia sudah mendapat balasan yang baik dari Allah, begitu pula ketika anak durhaka di dunia pun Allah sudah memberikan balasan yang tidak baik di samping balasan nanti yang lebih besar di akhirat
14. Pemberian anak kepada orang tua akan menjadi jalan untuk terbukanya pint rejeki selebar-lebarnya dan tidak akan menjadikannya fakir
15. Usia bayi ketika 30 bulan adalah masa untuk menyapih anak, namun terhitung semenjak lahir melainkan terhitung semenjak dia berada dalam kandungan sang Bunda
16. Ketika apa yang dilakukan anak entah itu baik ataupun buruk, maka orang tua akan tetap mendapatkan apa yang diperoleh anak tersebut
17. Semua silsilah/sanad Thoriqot pasti akan bermuara kepada Sayyidina Abu Bakar
18. Malaikat akan bingung (mungkin) ketika kita berdoa dengan bahasa asing yang kita sendiri tidak mengerti apa maksud kalimat yang kita baca
19. Dzikir tanpa tasbih membuat hati tidak tertata

21April2014 by Gus Ma’shum Kebonsari

Mutiara Kalam Gus Ma’shum Kebonsari (24 Pebruari 2014)

Kata Kata Mutiara Islam

1. Aku kaya pasti enak??? Tunggu dulu …
2. Ya Allah, jadikan aku orang yang Ridho akan hal yang telah Engkau tentukan #NabiMuhammadSAW
3. Jangan disesali (selama bukan dalam hal durhaka kepada Allah), ini semua kehendak Gusti Allah. Jadi diterima apa adanya saja
4. Jangan sok dan tinggi hati juga jangan takut dan kecil hati, semua ini milik Gusti Allah SWT
5. Jika sudah jelas tidak sanggup, jangan disanggu-sanggupin
6. Jika semua (kejadian/musibah) yang terjadi tidak dikembalikan kepada kuasa Allah SWT bisa membuat kepala pusing tujuh keliling
7. Jika hanya melihat wujud dhohir saja, maka kita tidak akan bisa bersyukur
8. Setiap musibah yang terjadi pasti ada penggantinya (entah di dunia atau di akhirat), kecuali mati dalam kufur dan durhaka kepada Allah SWT
9. Mengeluhnya hati itu termasuk musibah
10. Do’a ketika mendapat musibah
اِنَّا للهِ وَاِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ اللَّهُمَّ اَجِرْنِى فِى مُصِيْبَتِى وَاخْلُفْ لِى خَيْرًا مِّنْهَا
11. Syekh Hasan Bisri adalah ulama Tabi’in yang ‘alim dan menjadi yang pertama dari golongan orang-orang berkulit hitam, beliau adalah cucu dari anak angkat Ummul Mukminin, Ummu Salamah
12. Kalau Allah SWT sudah menghendaki kebaikan terhadap seseorang pasti sudah dimudahkan sejak dari awal perjalanan, namun kita tetap harus waspada karena awal yang mudah itu tidak pasti
13. Dahulukan yang wajib atas yang sunnah

Mutiara Kalam Gus Ma’shum Kebonsari (10 Jan 2014)

debat

  1. Besar sekali manfaat setan buat kita untuk menggiring kita kepada Allah SWT, maka sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada setan “TERIMA KASIH SETAN!!!”
  2. Setan pernah menjadi makhluk yang mulia bahkan menhadi guru dari Malaikat karena kepintaran yang dimiliki setan dan lebih besar ibadahnya dibanding malaikat
  3. Jika Islam bisa dicapai dengan ilmu syariat maka untuk mencapai Iman harus mengetahui tentang sifat Rububiyah (Ketuhanan) dan juga mengetahui sifat Ubudiyah (Kehambaan)
  4. Tahu tentang syariat bisa menambah semangat dalam beribadah kepada Allah meski itu untuk mendapatkan surga dan takut masuk neraka
  5. Tetaplah belajar dan menuju majelis ilmu walau Ila Hadhroti Ruhi > Teko Gon Langsung Turu
  6. Kita bisa ridho atau ikhlas ketika kita tahu siapa sesungguhnya Allah dan siapa sesungguhnya kita (Hamba)
  7. Jika manusia ingin dekat dengan Allah SWT maka harus menuju Kediri dan dilanjutkan menuju ke Pare (Panglerenan, Berhenti, Menahan, Mengendalikan Hawa Nafsu, Hilangnya Rasa)
  8. Setan menjadi rendah derajatnya karena tidak mau merasa tahu akan diri sendiri (ngrumangsani awak)
  9. Ketika masih banyak orang yang berdzikir kepada Allah melalui lisan dan atau hati maka bisa dipastikan jika Kiamat masih lama, namun ketika Cuma Dzikir Lisan maka dipastikan Kiamat semakin dekat
  10. Mengaji yang paling penting bukan paham atau tidaknya melainkan semakin tumbuhnya rasa takut kepada Allah SWT
  11. Sifat pelupa yang dimiliki manusia itu sangat berguna sekali agar manusia masih mau dan terus mengaji dan belajar
  12. Jangan meniru setan yang Alim (Cerdas) namun tidak mau menuju Kediri
  13. Setan yang dilaknat Allah sampai Kiamat saja masih mau meminta ijin kepada Allah untuk menyesatkan manusia
  14. Dalam diri manusia hanya ada dua jenis ajakan, yaitu ajakan setan dan ajakan Malaikat
  15. Tugas kita adalah Mujahaddah (terus berusaha menekan keburukan sekecil apapun) dan Riyadhoh (terus melakukan kebaikan sampai menjadi kebiasaan)
  16. Kebiasaan baik jangan sampai mengendur hanya karena sebuah hal yang ada di luar kebiasaan
  17. Hawa nafsu jangan dibiarkan meraja lela, jadi cukup terima apa adanya
  18. Ketela terasa tidak enak hanya karena hawa nafsu yang tidak ingin makan ketela tersebut atau karena tidak terbiasa saja memakan ketela atau karena tidak mau menerima apa yang ada saja
  19. Butuh usaha yang ekstra keras untuk bisa meninggalkan kebiasaan buruk
  20. Jangan pernah sekalipun melepaskan kendali atau kuasa atas nafsu yang sudah bisa dikendalikan dan atas kebaikan yang sudah menjadi kebiasan
  21. Kadar dan kualitas hidup jangan tetap di tempat, namun harus bertambah naik dalam hal kebaikan dan (jangan samapi) bertambah turun menuju keburukuan #Sunan_Kalijogo
  22. Orang yang suka hidup mewah hanya karena nafsu bukan karena Allah, maka orang tersebut sulit untuk bisa dekat bersama Allah maka belajarlah hidup sederhana karena Taqwallah
  23. Jika kita kaya maka jangan lupa tugas sebagai orang kaya yang harus memberi sebelum dimintai
  24. Jangan pernah ajari anak kita untuk hidup kaya, karena kita akan kecewa setelah kita meninggal karena anak ternyata melupakan kita
  25. Ketika sifat diri hilang maka tiada yang enak di dunia ini karena semua hakikatnya adalah dari Allah SWT
  26. Wali Allah yang diberi anugerah Barokah ketika hidup maka ketika sudah wafat tetap memiliki anugerah tersebut
  27. Kebiasan roh ketika masih hidup di dunia akan tetap berlanjut ketika jasad sudah dikandung tanah dan roh ada di alam barzakh
  28. Mudah sekali untuk berziarah ke wali Allah baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada namun tidak mudah untuk mendapatkan berkah yang mereka dapatkan dari pemberian Allah SWT

Mutiara Kalam Gus Ma’shum Kebonsari (10 Des 2013)

Mutiara-Lombok-dengan-Warna-Hitam

  1. 2 Macam Maqom, Jam’u = semua dikembalikan kepad Alloh. Farqu = bila salah dikembalikan ke diri sendiri
  2. 3 Jenis hukum di masyarakat, yaitu 1. hukum Syar’i; 2. Hukum Adiy; 3. Hukum Aqli
  3. Agama adalah akal, maka tiada agama bagi mereka yang tidak berakal
  4. Hanya orang gila yang tidak memenuhi panggilan dari Allah SWT, karena semua nikmat manusia pemberian dariNya
  5. Berpikir menjadi lampu dari hati, maka bagi yang tidak berpikir hatinya akan menjadi mati/gelap
  6. Tidak perlu BASMALAH bila hendak bermaksiat
  7. Mengaji tentag Tauhid harus menggunakan pakem/aturan, manakah yang harus disampaikan terlebih dahulu
  8. Nafsu yang mengajak kepada keburukan akan mati (bisa dikendalikan) ketika tiada kesenangan kecuali bersama Allah

Mutiara Kalam Gus Ma’shum Kebonsari (27 Nov 2013)

mutiara

  1. Sehari dunia sama dengan seribu tahun Akhirat menurut perhitungan Alloh SWT
  2. Syafaat Nabi SAW di akhirat hanya berlaku selama 7 hari yang dimulai hari Sabtu dan berakhir di hari Jum’at
  3. Perbanyaklah membaca Sholawat Nabi di malam dan hari Jum’at supaya kita tidak terlewatkan oleh syafaat beliau
  4. Ketika Nabi SAW sudah tidak memberi syafat, maka yang hanya bisa menolong kita keluar dari neraka adalah Rahmat Alloh

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: