Meski belum Tercipta, Do’akanlah

sperma

Ketika kaum Musyrik dari Thaif menolak dakwah Rasulullah SAW dan malah menyakiti beliau dengan melemparinya dengan batu, maka Malaikat menawarkan diri kepada Rasulullah untuk mengangkat sebuah gunung di Makah dan kemudian hendak dijatuhkan kepada mereka. Namun Rasulullah SAW yang sangat penyayang malah berkata, aku meminta kepada Allah supaya tulang punggung mereka nanti (sperma) akan lahir anak-anak yang menyembah hanya kepada Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.(1) Allah mengabulkan doa Rasulullah SAW tersebut dengan cara mengislamkan anak mereka.

Begitu pula Rasulullah juga memberi arahan kepada umat Islam agar memiliki anak-anak yang shaleh. Beliau berkata kepada mereka, “Jika salah satu dari kalian hendak menggauli istrinya maka katakanlah : Bismillahi Ya Allah, Janibnas-Syaithon wa Janibis-Syaithon Maa Rozaqtana –Dengan menyebut Nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkan setan dari apa yang akan Engkau anugerahkan kepada kami-, maka akan lahir anak yang selamaya tidak akan pernah tersentuh oleh setan”.(2)

Rasulullah SAW sendiri bersabda, “Pilihlah sprema kalian, nikahilah orang-orang yang setara, dan nikahkanlah dirimu kepada mereka”.(3) Juga firman Allah SWT dalam QS. An-Nur ayat 32 :
32. dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian[1035] diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.
[1035] Maksudnya: hendaklah laki-laki yang belum kawin atau wanita- wanita yang tidak bersuami, dibantu agar mereka dapat kawin.

Jamal Abdurrahman, Cara Rasulullah Mendidik Anak terj. Masturi Ibrahim, (Kediri: CV. Azhar Arrisalah, 2010), hal, 1-2
-1- HR. Bukhari, 2922, Kitab: Badul Wahyi, Muslim dan selainnya
-2- HR. Bukhari dan Muslim
-3- HR. Hakim, Mustadrik Jilid 2, hal. 2687, Ibn

Haji adalah Pembersih Dosa

Doa Setelah Sholat

Haji bisa membersihkan dosa hingga sebersih-bersihnya, sabda Rosululloh SAW, “Barangsiapa berhaji ke Baitulloh, lalu dia tidak berkata jelek dan tidak berbuat fasiq, maka dia akan keluar dari dosa-dosanya seperti halnya di hati dia dilahirkan ibunya”.

Haji seseorang bahkan bisa pula menjadi pembersih dosa orang lain. Kata Sayyidina Umar bin Khottob ra, “Orang yang melaksanakan haji, dosanya diampuni, juga dosa orang lain yang dimintakan ampun olehnya di bulan Dzulhijjah, Muharrom, Shofar, dna 20 hari pertama bulan Robi’ul Awwal”. Hal ini sejalan dengan doa Rosululloh SAW ketika berada di Arofah, “Ya Alloh, berilah ampun kepada jamaah haji dan orang-orang yang dimintakan ampun olehnya”.

Konon, adalah kebiasaan para ulama salaf untuk memberi dukungan kepada para mujahid dan menyongsong orang yang baru pulang dari haji. Mereka mencium dahinya, meminta doanya dan mereka bergegas untuk mendatangi rumahnya sebelum dia sempat terlibat perbuatan dosa.

Dalam hadist yang cukup masyhur ditegaskan, “Haji yang diterima (mabrur) tidak ada imbalan baginya kecuali surga”. Rosululloh SAW juga bersabda pada hadist lain, “Barangsiapa keluar dari rumahnya untuk berhaji atau berumroh, kemudian meninggal (di tengah jalan), maka dia akan diganjar dengan pahala haji dan umroh sampai di hari kiamat. Jika dia meninggal di salah satu tanah suci (Makkah atau Madinah), maka di hari kiamat kelak dia tidak akan dihisab, Masuklah ke dalam surga”.

Haji, sabda Rosululloh SAW, adalah sebaik-baik jihad. Berkata Imam Hasan Al Bashri, “Barangsiapa meninggal dunia selepas bulan Romadhon, sepulang dari jihad atau sekembalinya dari haji, maka dia tercatat mati syahid”.

Hamid Ahmad

Alasan Orang Islam Miskin

https://i1.wp.com/micecartoon.com/wp-content/uploads/2012/05/Orang-kaya-dari-Rokok-598x431.jpg

KENAPA NON MUSLIM BANYAK YANG KAYA..?

JAWAB

Anas bin Malik berkata :

Saya masuk menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan beliau sedang berbaring miring
di atas tikar pandan kecil yang bersulam, dan di bawah kepalanya bantal dari kulit berisikan
rumput kering. Lalu beberapa orang dari sahabatnya datang di antaranya adalah Umar bin
Khaththab, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bangkit menggeser tubuhnya yang sedang
terbuka bajunya. Umar bin Khaththab tak sanggup menahan tangisnya ketika melihat bentuk
sulaman tikar yang membekas di tubuh bagian samping Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya, “Mengapa engkau menangis, wahai Umar?”

Umar menjawab, “Demi Allah, saya tidak menangis kecuali tahu bahwa engkau lebih Allah muliakan
daripada Kisra dan Qaishr. Mereka hidup dalam kesenangan, sementara engkau, Rasulullah, di
tempat yang saya lihat?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Apakah engkau tidak rela dunia menjadi milik
mereka dan akhirat untuk kita?”

Umar menjawab, “Ya, aku rela.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Begitulah yang benar”

Hadits tentang 30 Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

maaf-lagi-tarawihDi dalam kitab Durratun Nashihin Fil Wa’zhi wal Irsyad karya Syaikh ‘Utsman bin Hasan bin Ahmad Syakir Al Khubari, seorang Ulama yang hidup di abad ke-9 Hijriyah, terdapat hadits mengenai fadhilah atau keutamaan shalat tarawih pada malam-malam bulan Ramadhan.

Dari Ali bin Abi Thalib berkata: “Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang keutamaan (shalat) Tarawih di bulan Ramadhan lalu beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
Di malam ke-1: Dosa-dosa orang yang beriman keluar darinya pada malam pertama seperti hari dilahirkan ibunya.
Di malam ke-2: Dirinya diampuni juga (dosa) kedua orang tuannya jika keduanya beriman.
Di malam ke-3: Malaikat memanggil dari bawah ‘Arsy: ‘Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang lalu!’
Di malam ke-4: Baginya pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al Furqan (Al Qur’an).
Di malam ke-5: Allah memberinya pahala seperti orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah, dan Masjid Aqsha.
Di malam ke-6: Allah memberinya pahala seperti orang yang melakukan thawaf mengelilingi Baitul Makmur dan bebatuan pun memohonkan ampunan baginya.
Di malam ke-7: Seakan-akan dia bertemu Musa as dan kemenangannya atas firaun dan Haman.
Di malam ke-8: Allah memberikan kepadanya seperti apa yang telah diberikan-Nya kepada Ibrahim ‘Alaihis Salam.
Di malam ke-9: Seakan-akan dia beribadah kepada Allah seperti ibadahnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Di malam ke-10: Allah memberikan rezeki kepadanya kebaikan dunia dan akhirat.
Di malam ke-11: Dirinya keluar dari dunia seperti hari kelahirannya dari rahim ibunya.
Di malam ke-12: Pada hari kiamat dirinya akan datang seperti bulan di malam purnama.
Di malam ke-13: Pada hari kiamat dia akan datang dengan keamanan dari segala keburukan.
Di malam ke-14: Malaikat datang untuk menyaksikannya shalat taraweh dan kelak Allah tidak akan menghisabnya pada hari kiamat.
Di malam ke-15: Para malaikat dan para malaikat pembawa Arsy dan kursi bershalawat kepadanya.
Di malam ke-16: Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan baginya kebebasan dari api neraka dan dimasukan ke surga.
Di malam ke-17: Diberikan pahala seperti pahala para Nabi.
Di malam ke-18: Para malaikat memanggil, ‘Wahai Abdullah, sesungguhnya Allah telah meridhaimu dan meridhai kedua orang tuamu.’
Di malam ke-19: Allah mengangkat derajatnya di surga Firdaus.
Di malam ke-20: Dia diberikan pahala para syuhada dan orang-orang shaleh.
Di malam ke-21: Allah membangunkan baginya sebuah rumah dari cahaya di surga.
Di malam ke-22: Pada hari kiamat ia akan datang dengan rasa aman dari semua kesulitan dan kecemasan.
Di malam ke-23: Allah membangun baginya sebuah kota di surga.
Di malam ke-24: Dikatakan kepadanya, ‘Ada 24 doa yang dikabulkan.’
Di malam ke-25: Allah mengangkat siksa kubur darinya.
Di malam ke-26: Allah mengangkatnya seperti pahala 40 ulama.
Di malam ke-27: Pada hari kiamat ia akan melintasi Shirathul Mustaqim bagai kilat yang menyambar.
Di malam ke-28: Allah mengangkatnya 1000 derajat di surga.
Di malam ke-29: Allah memberikan ganjaran baginya 1000 hujjah (argumentasi) yang dapat diterima.
Di malam ke-30: Allah berfirman: Wahai hamba-Ku makanlah dari buah-buahan surga dan mandilah dari air Salsabila

6 Hal Yang dijamin Rosul SAW masuk Surga

kartun muslimah 6

Rasulullah SAW bersabda : “Jaminlah bagiku enam hal, niscaya aku jamin surga bagi kalian;
1. Jujurlah dalam berbicara,
2. Tepatilah apabila berjanji,
3. Tunaikanlah amanah yang diberikan kepadamu,
4. Jagalah kemaluanmu,
5. Tahanlah pandanganmu, dan
6. Tahanlah tanganmu dari berbuat dosa.
[Hadist Riwayat Ahmad, Al Baihaqi, Al Hakim, Ibnu Hibban]

Makna Huruf Hijaiyah

magnetik hijaiyah

Dari Husein bin Ali bin Abi Thalib as. :
Seorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as bersama Nabi.
Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : “apa faedah dari huruf hijaiyah ?”
Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib as, “Jawablah”.Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “ya Allah, sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu”.Lalu Ali berkata : “Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama-nama Allah swt”.Kemudian Ali berkata :
1. “Adapun alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh,
2. Adapun ba artinya tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-Nya.
3. Adapun ta, artinya yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya,
4. adapun tsa artinya adalah yang mengokohkan semua makhluk “Dialah yang mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia”
5. Adapun jim maksudnya adalah keluhuran sebutan dan pujian-Nya serta suci seluruh nama-nama-Nya.
6. Adapun ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang.
7. Kha maksudnya adalah maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.
8. Dal artinya pemberi balasan pada hari kiamat,
9. dzal artinya pemilik segala keagungan dan kemuliaan.
10. Ra artinya lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.
11. Zay artinya hiasan penghambaan.
12. Sin artinya Maha mendengar dan melihat. Syin artinya yang disyukuri oleh hamba-Nya.
13. Shad maksudnya adalah Maha benar dalam setiap janji-Nya.
14. Dhad artinya adalah yang memberikan madharat dan manfaat.
15. Tha artinya Yang suci dan mensucikan,
16. dzha artinya Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda-tanda.
17. Ayn artinya Maha mengetahui hamba-hamba-Nya.
18. Ghayn artinya tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.
19. Fa artinya yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.
20. Qaf artinya adalah Maha kuasa atas segala makhluk-Nya
21. Kaf artinya yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.
22. Adapun lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba-nya.
23. Mim artinya pemilik semua kerajaan.
24. Nun maksudnya adalah cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya.
25. Adapun waw artinya adalah, satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan tidak beranak serta diperanakan.
26. Ha artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.
27. Lam alif artinya tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu bagi-Nya.
28. Adapun ya artinya tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya”. Rasulullah lalu berkata “Inilah perkataan dari orang yang telah diridhai Allah dari semua makhluk-Nya”.
Mendengar penjelasan itu maka yahudi itu masuk Islam.

1. http://pejalan-cahaya.blogspot.com/2007/07/makna-huruf.html
2. http://www.piss-ktb.com/2012/10/1933-arti-huruf-huruf-hijaiyah_2485.html

Ketika Rasulullah Biarkan Orang Kencing di Masjid

Sebagai pengemban risalah suci, Nabi Muhammad SAW selalu dihadapkan dengan peristiwa yang beraneka ragam. Mulai dari percobaan pembunuhan hingga tingkah aneh umatnya lantaran kejahilan.

Suatu ketika Rasulullah bersama para sahabatnya sedang duduk di sebuah masjid. Mereka dikejutkan dengan kehadiran orang asing dengan tingkah kurang menyenangkan. Seseorang berkebangsaan Badui mendadak kencing di pojokan masjid.

Sontak, kelakuan orang Badui ini membuat sahabat Nabi marah. Kata-kata bernada keras pun meluncur dari lidah mereka. Para sahabat hendak mencegah air najis si Badui mengotori kesucian masjid.

Menaggapi peristiwa ini, Rasulullah tetap tenang. Beliau justru melarang reaksi sahabatnya yang berlebihan itu dan membiarkan si Badui menuntaskan buang air kecilnya. Usai kencing, Nabi lantas memberi nasihat bijak kepada si Badui tentang fungsi dan etika memperlakukan masjid.

“Berdirilah, ambilkan seember air dan guyurlah air kencing tersebut,” tutur Nabi kepada para sahabat. Mereka kemudian bangkit dan melaksanakan perintah ini.

”Fa innama bu‘itstum muyassiriin wa lam tub’atsu mu‘assirin. Sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk membuat kesulitan,” pesan Nabi selanjutnya.

Sepenggal kisah ini sekali lagi membuktikan derajat kemuliaan akhlak Rasulullah. Dalam situasi yang sangat ganjil sekali pun, Rasulullah tetap menampilkan sisi ketawadukan, berpandangan jernih, dan memecahkan persoalan dengan tanpa memberatkan.

Mahbib Khoiron
Disarikan dari hadits riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad, dan lainnya

sumber : NU online

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: