Qurrota A’yun Impian Keluargaku

punya anak2

Qurrota A’yun bukan julukan atau hiasan belaka tapi merupakan penyejuk jiwa yang tidak mudah mendapatkannya. Butuh proses yang begitu panjang dalam kehidupan ini. Bersumber dari orang tua sebagai proses awal untuk mewujudkan keinginan itu. Dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah “anak iku ilonane wong tuwo”, artine anak iku kacane wong tuwo.

Qurrota A’yun yang disebutkan dalam Al-Qur’an memunculkan berbagai pendapat yang beraneka ragam dan kesimpulan. Arti dasar qurrota a’yun yang tertera dibawah ini yang berbunyi:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan Jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” {Q.S. Al-furqon:74}

Pendapat lain juga ada yang mengatakan antara lain:
* Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Qurrota a’yun maksudnya adalah keturunan yang mengerjakan keta’atan, sehingga dengan ketha’atannya itu membahagian orang tuanya di dunia dan akhirat.”
– Pemahaman sederhananya adalah Keturunan yang taat pada Allah akan menyenangkan orang tua dengan bakti dan pelayanannya.
– Akan menyejukkan hati orang tua dan keluarga dengan membacakan dan mengajarkan mereka mentadabburi al-Quran dan as-Sunnah. Keturunan yang taat pada Allah juga lebih bisa diharapkan menjaga keutuhan keluarga di atas agama yang mulia ini dan lebih bisa diharapkan doanya dikabulkan Allah untuk kebaikan orang tua dan keluarga.

* Imam Al Bashri mengatakan
– Ketika ditanya tentang makna ayat di atas, beliau berkata,
“Allah akan memperlihatkan kepada hambanya yang beriman, demi Allah tidak ada sesuatupun yang lebih menyejukkan pandangan mata seorang muslim dari pada ketika dia melihat anak, cucu, saudara dan orang-orang yang dicintainya ta’at kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”

* Imam Qurthubi menjelaskan:
“Qurrata A’yunin” adalah Sesungguhnya jika manusia diberi berkah dalam harta dan anaknya, maka matanya menunjukkan kebahagiaan karena keluarga dan kerabatnya.
Sehingga ketika ia mempunyai seorang isteri niscaya berkumpul di dalam dirinya angan-angan kepada istrinya berupa:
kecantikan, harga diri, pandangan, dan kewaspadaan.
– Jika ia memilki keturunan yang senantiasa menjaga keta’atan dan membantunya dalam menunaikan tugas-tugas agama dan keduniaan, serta tidak berpaling kepada suami yang lain, dan tidak pula kepada anak yang lain.
Sehingga matanya menjadi tenang dan tidak berpaling kepada yang lainnya, maka itulah kebahagiaan mata dan ketenangan jiwa.

* Sahabat Sayyidina Ali:
– Menafsirkan ayat diatas maknanya ajarkanlah kebaikan untuk dirimu dan keluargamu.
– Syaikh Abdurrahman As-Sa’di berkata:
– Memelihara diri (dari api neraka) adalah dengan mewajibkan bagi diri sendiri untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
– Bertobat dari semua perbuatan yang menyebabkan kemurkaan dan siksa-Nya.
– Adapun memelihara istri dan anak-anak (dari api neraka) adalah dengan mendidik dan mengajarkan kepada mereka (syariat Islam), serta memaksa mereka untuk (melaksanakan) perintah Allah. Maka seorang hamba tidak akan selamat (dari siksaan neraka) kecuali jika dia (benar-benar) melaksanakan perintah Allah (dalam ayat ini) pada dirinya sendiri dan pada orang-orang yang dibawa kekuasaan dan tanggung jawabnya.
Masih banyak pendapat tentang qurrota a’yun tapi kami hanya sekedar berbagi antar sesama. Semoga kita semua diberikan keturunan yang Qurrota A’yun oleh Allah Swt. Amiiin.

disadur dari : http://santriopojare.bl*gsp*t.com/2014/01/qurrota-ayun-impian-keluargaku.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: