Sunan Bonang : Wayang dan Tasawuf

wayang

Nah, Wujil, ketahuilah bahwa pemahaman yang sempurna dapat dikiaskan dengan makna hakiki pertunjukan wayang. Manusia sempurna menggunakan sarana ini untuk memahami dan mengenal Sang Hyang Murbeng Dumadi. Dalang dan wayang ditempatkan sebagai lambang dari tajalli, yaitu pengejawantahan ilmu keagungan ilahi di alam nyata ini. Layar atau kelir merupakan alam indrawi. Inilah maknanya.

Wayang di sebelah kanan dan kiri merupakan makhluk ilahi. Batang pokok atau gedebok pisang tempat wayang diletakan tanah-tanah berpijak. Blencong atau lampu minyak adalah nyala kehidupan. Gamelan memberi irama dan keselarasan bagi segala kejadian bagi segala kejadian di dunia ini.

Ciptaan Gusti Allah itu tumbuh tak terhitung jumlahnya. Bagi mereka yang tidak mendapat tuntunan Ilahi, ciptaan yang banyak itu akan menjadi tabir yang mengahalangi penglihatannya. Mereka hanya akan berhenti pada wujud lahirnya saja. Pandangannya kabur dan kacau. Ia akan hilang di dalam ketiadaan, karena tidak melihat hakikat di balik ciptaan itu.

Suratan segala ciptaan ini adalah menumbuhkan rasa cinta dan kasih. Hal ini merupakan suratan hati, perwujudan kuasa, dan kehendak yang mirip dengan-Nya, walaupun kita pergi ke arah timur, barat, utara dan selatan atau ke atas atau ke bawah. Demikianlah kehidupan di dunia ini merupakan kesatuan jagat besar dan jagat kecil. Seperti wayang sajalah wujud kita ini, Wujil. Segala tindakan, tingkah laku dan gerak-gerik perbuatan kita sebenarnya secara diam-diam digerakkan oleh Sang Dalang, yaitu Gusti Allah sendiri.

Ardian Kresna, Sabdo Palon dan Noyo Genggong : Dua Manusia Abadi Penunggu Bumi Jawa, (Jogjakarta : Diva Press, 2012), hal. 250-252

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: