Rumah Keluarga Hamba Termulia di Alam Semesta

reruntuhan-rumah-khadijah-dilihat-lebih-dekat

Posisi rumah Sayyidah Khadijah ini lebih rendah dari jalan, sehingga untuk memasukinya seorang mesti menuruni delapan anak tangga. Setelah menapaki tangga, tibalah kita di ruangan besar yang panjangnya sekitar 9 meter dan lebar 3 meter. Dalam ruangan itu terdapat sebuah meja yang digunakan oleh anak-anak untuk membaca Al-Qur’an. Di sebelah kanan meja itu ada sebuah batu kecil dan 2 anak tangga yang memandu kita menuju sebuah lorong sempit dengan lebar sekitar 1,5 meter.

Di lorong itu terdapat 3 buah pintu. Pintu pertama di sebelah kiri menuju ke sebuah kamar kecil berukuran 2,5 meter persegi. Diriwayatkan bahwa tempat ini adalah tempat ibadah Nabi SAW, dan di sinilah ia menerima sebagian wahyu, di sebelah kana kamar ini ada tangga menurun menuju tempat wudhu Nabi SAW.

Pintu kedua berhadapan dengan pintu lorong menuju ke sebuah ruangan yang cukup luas, sekitar 5×3,5 meter, yang menurut riwayat merupakan kamar utama Muhammad dan Khadijah.

Sedangkan pintu ketiga terletak di sebelah kanan menuju sebuah kamar yang cukup panjang, dengan luas sekitar 3,5×7 meter. Di tengah-tengah ruangan itu dibuatkan sebuah tanda persegi empat yang menandakan tempat lahirnya Fatimah Al Zahra. Di pojok sebelah timur ruangan ini tampak tergeletak sebuah batu tumbuk yang menurut riwayat dipergunakan oleh putri Fatimah selama hidupnya.

Di sebelah kiri kamar utama ada sebuah ruangan memanjang hingga ke ujung rumah dengan luas 14×6,5 meter dan terletak lebih tinggi 60 cm dari seluruh bangunan rumah. Kami menduga bahwa ruangan itu dipergunakan oleh Sayyidah Khadijah sebagai gudang penyimpanan barang-barang dagangannya.

Itulah gambaran mengenai rumah Siti Khadijah sebagaimana disebutkan dalam Al-Rihlah Al-Battatuni. Penulis buku itu kemudian berkata, “Jika kita perhatikan secara seksama, rumah ini tampak sederhana. Terdiri dari 4 kamar dan 3 pintu masuk. 1 kamar untuk putri-putrinya, 1 kamar untuk istrinya, 1 kamar untuk beribadah kepada Tuhannya, dan 1 ruang tamu

Dalam kitab Syifa’ Al-Ghiram, Al-Farisi menyampaikan gambaran yang sedikit berbeda mengenai rumah Nabi SAW dan Siti Khadijah. Ia mengatakan, “Rumah Nabi SAW itu, jika kita perhatikan, menyerupai stuktur masjid sekarang, karena bagian utamanya berupa serambi tujuh lorong yang ditopang oleh 8 tiang. Di tengah ruang utama terdapat 3 mihrab. Serambi lainnya terdapat terdapat di bagian depan yang terdiri atas 4 lorong ditopang oleh 5 buang tiang dan di antara dua serambi ini ada sebuah ruang panjang. Serambi kedua lebih rendah dibanding serambi pertama, karena di dekatnya ada beberapa tempat yang menjadi tujuan ziarah orang-orang, yaitu :

Tempat dilahirkannya Sayyidah Fatimah ra, ruangan wahyu, yang bersebelahan dengan ruang Fatimah, dan ruang ketiga yang, menurut Al-Mukhtaba, luasnya 3,5×3 meter. Sedangkan ukuran kamar tempat turunnya wahyu adalah sekitar 5×3,5 meter. Dan luas ruangan tempat dilahirkannya Fatimah adalah sekitar3x2 meter. Di tengah-tengah ruangan ada sebentuk kolam kecil dengan sebuah batu hitam di tengah-tengahya. Diriwayatkan bahwa di sanalah tepatnya Sayyidah Fatimah dilahirkan. Sedangkan serambi yang terletak di depan rumah panjangnya sekitar 21×4 meter dengan jarak antara dua tiangnya sekitar meter. Dan luas serambi yang bersebelahan dengan ruang wahyu adalah sekitar 13×6 meter.

Muhammad Abduh Yamani, Innaha Fathimah Al-Zahra : Hanya Fatimah Bunga nan Jadi Bunda Ayahnya terj. Dedi Slamet Riyadi, (Depok: Penerbit Pustaka Iiman, 2007), h

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: