Manna dan Salwa

man-o-salwa

Manna dan salwa adalah makanan yang diturunkan Allah pada Bani Israil untuk membuktikan rasa sayang Allah pada mereka.

Salwa adalah sejenis burung puyuh yang tidak asing lagi bagi kita. Pada saat Musa (Moses) terbebas dari kejaran Ramses (Fir’aun), ia sampai di Sinai. Peristiwa ini berlangsung pada musim burung puyuh beremigrasi dari Spanyol yang bersuhu ekstrem ke Afrika Tengah dengan suhu yang lebih hangat. Pada saat itu, Allah memerintahkan angin kencang untuk menjatuhkan burung-burung itu agar bisa dimanfaatkan kaum Bani Israil yang kemudian memungut dan memasaknya.

Adapun Manna adalah sari makanan berwarna putih seperti tepung sebesar biji jagung dan terasa manis. Diprodusi oleh pohon tamarisk bersimbiosis dengan serangga yang lazim disebut plant louse. Federik Simone salah seorang peneliti dari Jerman mengatakan, Manna tidak akan terbentuk jika kawanan serangga tidak melakukan aktifitasnya dengan membuat lubang-lubang pada daun. Pohon tersebut akan mengeluarkan getah lalu menetes dan berhimpun di atas rerumputan atau bebatuan di atas tanah dan ketika siang sudah mencair dan akhirnya menguap seperti embun.

Wiwid Praseto, Mata Moses, (Jogjakarta : Safirah, 2012), hal. 420

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: