Mutiara Kalam Gus Ma’shum Kebonsari (10 Jan 2014)

debat

  1. Besar sekali manfaat setan buat kita untuk menggiring kita kepada Allah SWT, maka sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada setan “TERIMA KASIH SETAN!!!”
  2. Setan pernah menjadi makhluk yang mulia bahkan menhadi guru dari Malaikat karena kepintaran yang dimiliki setan dan lebih besar ibadahnya dibanding malaikat
  3. Jika Islam bisa dicapai dengan ilmu syariat maka untuk mencapai Iman harus mengetahui tentang sifat Rububiyah (Ketuhanan) dan juga mengetahui sifat Ubudiyah (Kehambaan)
  4. Tahu tentang syariat bisa menambah semangat dalam beribadah kepada Allah meski itu untuk mendapatkan surga dan takut masuk neraka
  5. Tetaplah belajar dan menuju majelis ilmu walau Ila Hadhroti Ruhi > Teko Gon Langsung Turu
  6. Kita bisa ridho atau ikhlas ketika kita tahu siapa sesungguhnya Allah dan siapa sesungguhnya kita (Hamba)
  7. Jika manusia ingin dekat dengan Allah SWT maka harus menuju Kediri dan dilanjutkan menuju ke Pare (Panglerenan, Berhenti, Menahan, Mengendalikan Hawa Nafsu, Hilangnya Rasa)
  8. Setan menjadi rendah derajatnya karena tidak mau merasa tahu akan diri sendiri (ngrumangsani awak)
  9. Ketika masih banyak orang yang berdzikir kepada Allah melalui lisan dan atau hati maka bisa dipastikan jika Kiamat masih lama, namun ketika Cuma Dzikir Lisan maka dipastikan Kiamat semakin dekat
  10. Mengaji yang paling penting bukan paham atau tidaknya melainkan semakin tumbuhnya rasa takut kepada Allah SWT
  11. Sifat pelupa yang dimiliki manusia itu sangat berguna sekali agar manusia masih mau dan terus mengaji dan belajar
  12. Jangan meniru setan yang Alim (Cerdas) namun tidak mau menuju Kediri
  13. Setan yang dilaknat Allah sampai Kiamat saja masih mau meminta ijin kepada Allah untuk menyesatkan manusia
  14. Dalam diri manusia hanya ada dua jenis ajakan, yaitu ajakan setan dan ajakan Malaikat
  15. Tugas kita adalah Mujahaddah (terus berusaha menekan keburukan sekecil apapun) dan Riyadhoh (terus melakukan kebaikan sampai menjadi kebiasaan)
  16. Kebiasaan baik jangan sampai mengendur hanya karena sebuah hal yang ada di luar kebiasaan
  17. Hawa nafsu jangan dibiarkan meraja lela, jadi cukup terima apa adanya
  18. Ketela terasa tidak enak hanya karena hawa nafsu yang tidak ingin makan ketela tersebut atau karena tidak terbiasa saja memakan ketela atau karena tidak mau menerima apa yang ada saja
  19. Butuh usaha yang ekstra keras untuk bisa meninggalkan kebiasaan buruk
  20. Jangan pernah sekalipun melepaskan kendali atau kuasa atas nafsu yang sudah bisa dikendalikan dan atas kebaikan yang sudah menjadi kebiasan
  21. Kadar dan kualitas hidup jangan tetap di tempat, namun harus bertambah naik dalam hal kebaikan dan (jangan samapi) bertambah turun menuju keburukuan #Sunan_Kalijogo
  22. Orang yang suka hidup mewah hanya karena nafsu bukan karena Allah, maka orang tersebut sulit untuk bisa dekat bersama Allah maka belajarlah hidup sederhana karena Taqwallah
  23. Jika kita kaya maka jangan lupa tugas sebagai orang kaya yang harus memberi sebelum dimintai
  24. Jangan pernah ajari anak kita untuk hidup kaya, karena kita akan kecewa setelah kita meninggal karena anak ternyata melupakan kita
  25. Ketika sifat diri hilang maka tiada yang enak di dunia ini karena semua hakikatnya adalah dari Allah SWT
  26. Wali Allah yang diberi anugerah Barokah ketika hidup maka ketika sudah wafat tetap memiliki anugerah tersebut
  27. Kebiasan roh ketika masih hidup di dunia akan tetap berlanjut ketika jasad sudah dikandung tanah dan roh ada di alam barzakh
  28. Mudah sekali untuk berziarah ke wali Allah baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada namun tidak mudah untuk mendapatkan berkah yang mereka dapatkan dari pemberian Allah SWT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: