Suku Quraisy

quraisy

Bangsa Arab terdiri dari tiga bagian, yaitu Badi’ah, Aaribah, dan Musta’ribah. Arab Badi’ah adalah suku bangsa Arab yang telah punah, yang termasuk golongan ini ialah Kaum Aad, Tsamud, Jaasim, dan Jurhum. Mereka ini adalah suku-suku yang telah punah. Arab Aaribah yaitu penduduk Yaman dan sekitarnya, yaitu suku Qathan.

Arab Musta’ribah adalah penduduk Hijaz, Najd, dan sekitarnya. Mereka ini adalah anak-anak Ismail putra Nabi Ibrahim as, yaitu kakek yang menurunkan Nabi Muhammad SAW. Mereka terdiri dari suku-suku yang banyak sekali, dibagi lagi dalam anak-anak suku yang disebut Bathn dan Fakhadz, yang terbesar adalah Rabi’ah dan Mudlor di mana suku Quraisy berasal. Suku Quraisy adalah suku yang tertinggi di antara mereka. Merekalah yang merawat Ka’bah dan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh suku lain.

Pecahan suku Quraisy adalah Bani Hasyim, Abdud Daar, Asad, Taim, Umayyah, Naufal, Makhsum, Adiy, Jamh, dan Salim. Suku-suku ini mempunyai jabatan di dalam pemerintahan Mekah.

Jabatan-jabatan dari suku Quraisy dan pecahannya :

1. As-Sadaanah, bertugas menutup dan membuka Ka’bah bagi orang yang kesitu (Al-Hijabaah)
2. As-Siqaayah, memberi minum bagi orang yang berhaji
3. Ar-Rifaadah, memberi sumbangan untuk dibuat makanan bagi orang faqir, tugas ini dilakukan oleh Bani Naufal kemudian Bani Hasyim
4. Al-Iqlaab (nama bendera Quraisy), bilamana mereka hendak perang maka dikeluarkan bendera tersebut dan diserahkan kepada seorang di antara mereka yang disepakati bersama, atau kalau tidak maka diserahkan kepada pemegangnya, yaitu dari Bani Umayyah
5. An-Nadwah (bangunan yang didirikan di samping Ka’bah untuk musyawarah), di sini berkumpul pemuka-pemuka Quraisy, tidak boleh seorang pun masuk kecuali orang yang sudah berumur 40 tahun. Setiap perkawinan dilakukan di sana, demikian juga bendera perang, juga pemakaian cadar oleh seorang gadis Quraisy yang sudah baligh dilakukan di situ. Tugas ini dilakukan oleh Bani Abd Daar
6. Al-Qiyadah, bertugas untuk memimpin rombongan (baik untuk berperang atau berdagang), tugas ini dilakukan oleh Bani Umayyah
7. Al-Masyurah, bertugas untuk memberi nasehat dalam urusan-urusan penting. Tugas ini dilakukan oleh Bani Asad
8. Al-Qubbah, adalah tempat di mana mereka mempersiapkan pasukan
9. Al-Safarah, adalah untuk melakukan perundingan perdamaian bilamana terjadi perang antar suku
10. Al-Hukumah, adalah untuk memutuskan masalah perkara bola terjadi sengketa atau salah paham.

Ramzi Abdul Aziz, Sejarah Ringkas : Sang Nabi Muhammad, (Pustaka Harsa : hal. 12-14)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: