Ketika Sumur Zam-Zam Disembunyikan

3

Tatkala Ka’bah setelah di bangun, tidak lebih Mekkah hanya terdiri dari kabilah-kabilah Amalekit dan Jurhum. Sesudah Ismail dan Ibrahim menetap di sana dengan memasang sendi-sendi rumah itu, barulah Mekkah mengalami perkembangan. Mereka tinggal di sekitar tempat itu, Mekkah pada waktu itu adalah tempat bertemunya para kabilah yang dalam perjalanan ke Yaman, Hira, Syam, dan Najd. Juga berhubungan langsung dengan perdagangan dunia. Kota Mekkah sudah di do’akan oleh nabi Ibrahim dan ditetapkan Allah akan menjadi suatu daerah yang aman sentosa.

Meskipun sudah dikalahkan oleh kaum Amalekit, Mekkah masih di tangan kaum Jurkum sampai pada masa Mudzadz bin ‘Amr ibnu Harits. Pada saat generasi ini perdagangan di kota Mekkah berkembang sangat pesat sekali tetapi mereka lupa bahwa mereka tinggal di tanah yang tandus, yang selalu harus diwaspadai, saat itu air zam-zam menjadi kering dan peringatan Mudzadz kepada masyarakatnya tentang akibat hidup berfoya-foya, tidak membuahkan hasil.

Mudzadz berusaha menggali sumur zam-zam lebih dalam lagi, diambilnya dua pangkal pelana emas dari Ka’bah beserta harta untuk persembahan mereka ke dalam Ka’bah. Di masukkan semua ke dalam dasar sumur itu, sedangkan pasir yang masih di dalamnya dikeluarkan, dengan harapan suatu saat ia akan menemukannya kembali. Ia keluar dengan keturunan Ismail dari Mekkah. Demikian turun menurun sampai kepada Qushayy bin Kilab (kakek dan nenek nabi Muhammad SAW).

Ramzi Abdul Aziz, Sejarah Ringkas : Sang Nabi Muhammad, (Pustaka Harsa : hal. 6-7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: