Tidur Setelah Subuh

Seusai Subuh setelah mengajar sorogan Qur-an santri-santri. Seperti biasa Mbah Yai melakukan aktivitas sehari-harinya yaitu menggarap sawah. Meskipun beliau sudah menjadi seorang Kiayi besar, bukan berarti beliau bisa bermalas-malasan diponpes saja hanya mengajar santri-santri. Mbah Yai tetap gigih bekerja. Itu semua beliau niati ibadah, guna melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Imam dalam rumah tangga yaitu menafkahi anak istrinya juga sebagai keteladanan bagi santri-santrinya.

Pagi itu pukul 7.30, Mbah Yai pulang dari sawah. Beliau menuju ke kamar mandi hendak mandi karena badan terasa lengket dan letih. Dilihatnya tempat sabun yang ternyata kosong alias sabun sudah habis. Beliau pun pergi guna membeli sabun.

Pas lewat depan Masjid, Mbah Yai terkejut melihat ada orang krukupan sarung di bawah kentongan. Ketika sarung itu dibuka, ternyata santri Sodron yang sedang tidur. Maklum gara-gara Sodron tidak mampu menjawab pertanyaan dari Mbah Yai semalam dan bahkan memberikan jawaban yang ngawur. (baca cerita ke 88. SIAPA NAMA KAKEK NABI?) Ia pun mendapat hukuman tidak boleh tidur sebelum membaca istighfar 10.000X. Alhasil ia begadang semalaman untuk melaksanakan tugasnya dan habis sholat subuh Sodron ketiduran di bawah kentongan Masjid karena tak kuat menahan kantuknya.

Mbah Yai hanya bisa geleng-geleng. Yah, tidur dipagi hari terutama setelah subuh adalah larangan hampir disetiap pesantren. Bagi yang melanggar akan kena ta’zir atau diberi hukuman.

Mbah Yai pergi dan tak lama kembali lagi menuju dimana Sodron tadi tidur. Ditangan beliau tampak menggenggam sesuatu.

Hayoo… Tau ga sih? Kira-kira apa yang akan dilakukan Mbah Yai terhadap Sodron…?

Simak cerita berikutnya ya! Hanya di Humor Islami Ala Santri – HIAS

BERSAMBUNG . . . . !

.

.

.

.

.

.

Eh, ga jadi bersambung ding . . . !
xixixi

Mbah Yai segera membangunkan Sodron dengan halus. Khawatir mengagetkan santrinya yang sedang tidur. Subhanallah, akhlak seorang Kiayi yang patut dijadikan panutan.

“Kang.. Kang… Bangun, Kang..!” Mbah Yai menggoyangkan pundak Sodron beberapa saat. Namun tak ada reaksi. Beliau pun menggoyang-goyangnya sedikit lebih keras. “Kang.. Kang… Bangun, Kang..! Sudah siang.”

“Eeemmmmh…. Iyo kosek, nanggung iki gek mimpi enak.” (Eeemmmh… Iya bentar, nanggung ini lagi mimpi indah.) Sodron menggeliat dan menyahut dengan masih memejamkan mata. Kemudian menarik sarung ke wajahnya.

Alih-alih Mbah Yai marah, beliau malah justru tersenyum melihat tingkah Sodron. Sekali lagi dibukanya sarung yang menutupi wajah Sodron dan membangunkannya dengan mengguncang-guncangkan bahu Sodron sedikit lebih keras lagi.

“Kang.. Bangun, Kang! Sudah terang ini..”

Sodron membuka matanya perlahan, betapa kaget dan terkejutnya ia ketika melihat siapa orang yang dari tadi telah membangunkannya. “Masya Allah.” Sodron tersentak, ia segera bangun dan membungkukkan badan dihadapan Kiayinya.

“Ngapunten’e Kiayi, saya mohon maaf. Saya khilaf. Saya siap menerima hukuman, Kiyai.” Sodron meminta maaf, ia menyadari kesalahan apa yang telah dia lakukan. Ya, tidur setelah subuh. Hatinya gusar bercampur malu, entah hukuman apa yang akan ditimpakan padanya. Tapi kegusaran hatinya justru menjadi rasa keheranan. Mbah Yai tidak marah malah justru tersenyum.

“Oh, nggeh. Ga papa, Kang, saya maklum kok. Justru saya minta maaf telah mengganggu mimpi indah sampean.” Jawaban ini justru semakin membuat Sodron malu dan tertunduk. Mbah Yai melanjutkan kata-katanya. “Saya cuma mau minta tolong, Kang. Saya mau mandi, tapi sabunnya habis. Tolong sampean ke kopontren sekarang, belikan sabun buat saya ya!”

“Insya Allah, Kiayi. Sendiko dawuh.”

“Ini uangnya, Kang.” Mbah Yai menyahut sambil melemparkan uang koin seribuan tiga buah dari genggamannya ke dalam kullah / jeding buat wudhu yang dalamnya sampai 1,5 meter. Kalau dari luar pijakan kaki hanya 1,1 meter.

Sodron terhenyak sesaat sebelum akhirnya, . . . .

“Byyuuuurrrr. . .” Sodron masuk ke kullah untuk mencari uang tersebut untuk membeli sabun Kiayinya.

xixixi . . . Sueggeeerrrre… Rek…! Isuk isuk wes slulup nang jeding. Kang Sodron . . . Kang Sodron . . . Apes terus.

–0o0o0–

Sobat, apakah Anda atau putra – putri Anda sering tidur setelah subuh atau bahkan bangun siang siang? Emmh.. Rasanya kita harus bisa merubah kebiasaan buruk itu mulai dari sekarang. Mengapa…???

Didalam kitab Miftah Daris Sa’adah, 2/216 Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.”
Filosofinya adalah amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.

Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah tidur di waktu pagi, sedikit sholat, malas-malasan dan berkhianat.” (Zaadul Ma’ad, 4/378)

Hemh… Betapa tidur dipagi hari itu banyak sekali dampak buruknya. Diantaranya sesuai pendapat Ibnul Qoyyim adalah dapat membuat kita jadi malas, mudah kena penyakit, menghambat datangnya rizki, tidak mendapat kebarokahan didalam waktu, tidak sesuai sunnah Nabi.

Suatu ketika Nabi melewati anaknya Fatimah RA yang sedang berbaring pada waktu Subuh, maka Baginda bersabda : “Wahai anakku, bangunlah dan hadaplah rezeki Tuhanmu, dan janganlah engkau jadi dari kalangan orang yang lalai, sesungguhnya Allah membahagikan rezeki manusia di antara terbit fajar hingga terbit matahari.” (Diriwayatkan al- Baihaqi)

Wallaahu a’lam.

Yuk.. Bangun pagi…

Jangan lupa dishare ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: