Kata Mereka, Shalat Tarawih …..

Dari beberapa hadist yang berkaitan dengan shalat tarawih, para ahli hukum Islam berkomentar seperti yang tertuang di dalam kitab-kitab sebagai berikut :

1. Kitab Fatkh al Wahhab, yaitu : Adapun madzhab kita (Syafi’iyah) sesungguhnya shalat tarawih itu dijalankan 20 rakaat. Hadist Nabi yang diriwayatkan Imam Baihaqi dan lainnya dengan sanad shahih, dari Sa’ib bin Yazid as Shahaby, ia mengatakan : Kita mengerjakan salat tarawih pada masa Umar bin Khattab dengan 20 rakaat ditambah witir. Demikian pengarang, dan cukup sebagai dalil

2. Kitab Tashhih Shalat al Tarawikh ‘Isyrina Rak’atan, yaitu : Imam Ibnu Taimiyah berkata dalam kitab Fatawa-nya, telah terbukti bahwa shahabat Ubay bin Ka’ab mengerjakan shalat Ramdhan bersama orang-orang waktu itu sebanyak 20 rakaat, lalu mengerjakan witir 3 rakaat. Kemudian mayoritas ulama mengatakan bahwa itu adalah sunnah. Karena pekerjaan itu dilaksanakan di tengah-tengah kaum Muhajirin dan Anshor, tapi tidak ada satupun di antara mereka yang menentang atau melarang perbuatan itu. Dalam kitab ajmu Fatawa al Najdiyah tentang jawaban Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahab tentang bilangan rakaat shalat tarawih. Ia mengatakan bahwa setelah shahabat Umar bin Khattab mengumpulkan manusia untuk shalat berjamaah kepada Ubay bin Ka’ab, maka shalat mereka kerjakan 20 rakaat.

3. Kitab Hamisy Muhibbah, yaitu : Mengomentari hadist-hadist Imam Rofa’i untuk Imam Ibnu Hajar tentang teks hadist Nabi, “Rasulullah shalat bersama kaum muslimin sebanyak 20 rakaat di malam Ramadhan. Ketika tiba di malam ketiga, orang-orang berkumpul namun Rasulullah SAW tidak keluar. Kemudian paginya bilau bersabda, Aku takut kalau-kalau (tarawih) diwajibkan atas kalian, kalian tidak akan mampu melaksanakannya”. Hadist ini disepakati keshohihannya, tanpa mengesampingkan hadist yang diriwayatkan Aisyah yang tidak menyebutkan rakaatnya.

4. Imam Nawawiy, Ibnu Mubarok dan Imam al-Syafi’iy, tentang hadist yang diriwayatkan Imam at-Turmudziy, yaitu : Mayoitas ahli ilmu mengikuti apa yang diriwayatkan oleh Sayyidina Umar ra.,Ali dan Shahabat-Shahabat Nabi SAW tentang shalat tarawih 20 rakaat. Ini juga merupakan pendapat al Tsaury, Ibn Al Mubarok, dan Imam Syafi’i. Imam Syafii berkata : Inilah yang aku jumpai di negara kami Makkah. Mereka semua (penduduk Makkah) shalat tarawih sebanyak 20 rakaat

5. Kitab Fiqh al-Sunnah, yaitu : Betul bahwa muslimim mengerjakan shalat pada zaman Umar, Usman, Ali sebanyak 20 rakaat. Dan ini pendapat sebagian mayoritas para ahli hukum Islam.

6. Kitab al-Hadyu al-Nabawiyyu al-Shahihu fi Shalat al-Tarawikhi, tentang adanya pertanyaan berapa jumlah rakaat yang dilakukan umat Islam di Makkah dan Madinah, yaitu : Sejak masa Rasulullah SAW sampai sekarang, shalat tarawih dikerjakan di dua tempat tersebutberjumlah 20 rakaat. Jika kedua tempat tersebut sebagai qiblat masjidnya kaum muslimin, apakah masih bisa diterima akaljika mereka bersepakat pada sesuatu yang munkar dan dibuat-buat dalam masalah agama, sedang yang lain bersikap diam dengan membeiarkannya padahal di antara mereka ada ulama’nya, ahli hukum Islam, dan ahli hadist. Dan jika perbuatan tersebut termasuk perbuatan munkar, sebagaimana yang dituduhkan orang-orang yang kurang mendalami masalah tarawih, lalu mengapa perbuatan tersebut dilakukan secara terus menerus selama bertahun-tahun dan bahkan dari generasi ke generasi tanpa ada seorangpun yang mengingkarinya.

“Ternyata Aku Orang NU? Kupas Tuntas Tadisi dan Amaliyah NU), oleh Drs. Muhamad Ma’shum Zainy Al-Hasyimiy, MA (Jombang : Darul HIkmah, 1008), hal. 89-92

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: