Awal Perayaan Hari Ibu

Asal Mula Hari Ibu adalah perayaan Kafir Penyembahan Dewi Yunani Kuno

Pertama kali hari Ibu diadakan pada perayaan musim semi pada zaman Yunani kuno untuk menghormati Rhea, Ibu dari para
dewa. Selama tahun 1600-an, Negara Inggris merayakan sebuah hari yang disebut dengan “Mothering Sunday” yang dirayakan pada minggu ke empat pada 40 hari sebelum Paskah untuk menghormati The mothers of England.

Selama masa ini, banyak orang Inggris yang miskin bekerja sebagai pembantu di rumah orang kaya. Biasanya mereka dipekerjakan di ladang atau perkebunan yang cukup jauh dari rumah mereka. Para pekerja ini harus tinggal di sana sebagai pekerja. Pada saat hari Mothering Sunday, para pembantu dan pekerja ini akan beristirahat dan diizinkan untuk pulang ke rumahnya dan menghabiskan waktu bersama dengan ibu mereka. Kue khusus pada hari itu disebut dengan mothering cake. Kekristenan pun meluas ke seluruh Eropa dan perayaan ini berubah menjadi hari untuk menghormati “Mother Church”

kekuatan spiritual yang memberi mereka kehidupan dan melindungi mereka dari bencana. Gereja pun selalu merayakan Mothering Sunday Celebration dan semua orang yang mulai menghargai, mengasihi, dan menghormati ibu mereka
sebagaimana mereka menghormati gereja. Di Amerika, Hari Ibu pertama sekali disarankan oleh Julia Ward Howe (Penulis lagu Battle Hymn of the Republic) pada tahun 1872 sebagai hari perdamaian. Nyonya Howe pun membuat sebuah organisasi dan mengadakan pertemuan mengenai Hari Ibu di Boston setiap tahunnya. Pada tahun 1907, Ana Jarvis dari Philadelphia mulai mengkampanyekan tentang perayaan Hari Ibu sebagai Hari Nasional. Pada saat itu, Hari Ibu pun mulai dirayakan di Philadelphia. Pada tahun 1911 hari Ibu menjadi hari Nasional yang dirayakan di setiap negara bagian di Amerika.

Meskipun tanggal perayaan Hari Ibu di berbagai negara berbeda-beda namun Hari Ibu telah menjadi hari yang sangat berarti bagi umat Kristen. Bersyukur buat Ibu yang telah melahirkan mereka dan bersyukur kepada Tuhan telah memberikan mereka seorang Ibu

By : Teungku Fachry
at http://www.facebook.com/groups/FIQHKONTEMPORER/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: