Hari Guru Nasional

Hari ini, atau tepatnya hari jum’at tanggal 25 Nopember 2011, dirayakannya hari guru. Yang menjadi pertanyaan, Apakah sebegitu perlunya hari guru dirayakan? Hal ini tergantung dari sisi mana kita melihatnya, bila dilihat dari sisi positif ini sangat baik sekali. Hal ini dikarenakan sejenak kita kembali mengulang masa-masa yang telah kita lewati setelah selama ini kita tidak pernah lagi untuk mengingatnya, inilah waktu yang tepat bagi kita untuk kembali menenang kembali siapa saja orang-orang yang terlah berjasa dalam hidup. Sehingga menjadi sebuah kontrol tidak langusng untuk menjadikan langkah-langkah dalam hidup kita berjalan dengan baik. Hanya orang yang picik yang merasa bahwa semua yang di dapat dalam kehidupan hanya karena usaha mereka sendiri tanpa ada bantuan atau pertolongan dari orang lain.

Pengetahuan, pendidikan, dan semua yang berhubungan dengan ilmu yang telah kita peroleh, terlebih bila hal itu menjadi suatu hal yang paling berguna dalam mengarungi kehidupan itu semua tidak terlepas dari jasa-jasa guru kita. Apa salahnya kita menyisakan sedikit waktu untuk mengenang mereka atau paling tidak mendoakan keselamatan mereka di dunia dan akhirat.

Namun jika dilihat dari sisi negatif, maka hal ini tidak pantas. Mengapa? Apakah hanya hari ini saja kita akan mengingat perjuangan guru-guru kita? Apakah hanya hari ini saja kita akan sedikit meluangkan waktu dan pikiran kita untuk kembali mengingat mereka? Apakah hal ini seimbang untuk membalas ketulusan guru dalam mendidik kita selama ini? Kenapa cuma sehari? Karena tiada hal yang lebih mahal dari sebuah harga ketulusan. Apabila seorang ibu tidak tulus mengandung maka mereka akan menggugurkan kandungan. Apabila sebuah pohon tidak tulus memberi maka mereka tidak akan pernah mau untuk berbuah. Masih banyak lagi apabila yang dapat kita analogikan sendiri untuk menunjukkan bahwa tidak ada hal yang mampu disandingkan dengan rasa tulus ikhlas. Hal ini jugalah yang telah dilakukan oleh semua guru kita selama ini, mereka tetap menjadi seorang guru bahkan sampai nafas terakhir mereka, namun anak didik mereka telah menjadi seorang yang sebagaimana dicita-citakan.

Guru tidak pernah mengeluh apalagi menyesal walau sekarang banyak anak didik mereka telah menjadi seorang yang telah melampaui diri mereka. Namun apakah hal ini kita rasakan? Maka tengoklah guru kita, doakan guru kita, banggakan guru kita dengan sesuatu yang bisa menjadikan bangga mengatakan, “Inilah muridku!”. Guru adalah seorang pahlawan yang tidak pernah mengharapakan tanda dari apa yang telah mereka lakukan. Meski pemerintah tidak memberikan penghargaan yang layak bagi mereka, namun mereka (guru) tetap mendidik anak-anak untuk menjadi pandai dan kedepannya bisa menjadi komponen penting dalam pemerintahan yang meskipun nantinya mereka juga akan tetap melupakan mereka (guru).

Wahai Guru-Guru dimanapun kalian berada, terima kasih terima kasih terima kasih atas pengabdian kalian kami bisa menjadi seperti ini. Kami mungkin tidak bisa membalas dengan pantas atas jasa kalian namun kami yakin Allah SWT tidak akan mangacuhkan kalian, kami yakin Allah selalu bersama dengan keinginan kalian, kami yakin Allah memberikan tem,pat yang pantas bagi kalian, kami benar-benar yakin bahwa hanya Allah yang pantas untuk membalas segala kebaikan yang telah kalian lakukan selam ini!

Terima Kasih!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: