Prasasti Kenangan

Tahun demi tahun berlalu
Manusia datang dan pergi
Some say hao other say bye

Setiap yang datang memang harus pergi
Setiap yang baru pasti akan usang
Dan yang usang menjadi lapuk
Dan yang lapuk kemudian dibuang
Tidak menyisakan apa pun kecuali kenagan

Mungkin akhir dari segala sesuatu di dunia ini
Barangkali memang hanya kenangan
Termasuk saya, kamu, dan siapa pun

Hanya saya dengan apa mereka mengenang kita nanti
Dengan bait-bait syair nan indah
Atau justru dengan caci maki dan sumpah serapah

Seniman meninggalkan syair
Dan para cendekiawan meniggalkan ilmu
Dengan itulah kemudian mereka di kenal

Tubuh mereka telah kaku
Dan mungkin telah membusuk
Tapi sejarah akan mencatat nama mereka
Dengan pujian

Kalau gajah mati meninggalkan gading
Harimau mati meninggalkan belang
Maka mereka mati meninggalkan keharuman

Namun …
Sejarah juga punya pakaian lain
Tentang raja-raja yang disembah dan dijilat
Kemudian diludahi setelah mati
Tidak ada air mata bagi penguasa yang keji
Seperti tidak ada kesedihan bagi anjing yang mati

Tapi dengan apa kita akan dikenang?
Apakah prasasti yang akan diberikan kepada kita nanti?
Bertuliskan tinta emaskha?

Apakah kematian kita nantinya akan diiringi dengan pujian
Ataukah dengan diiringi caci maki dan sumpah serapah?

Apakah pernah terpikirkan oleh kita
Tentang segala apa yang telah kita lakukan!
Yang diberikan kepada kehidupan yang akan dikenang
Oleh generasi selanjutnya

Coba kita pikirkan sekali lagi
Apakah yang telahkita berikan
Dan jangan berpikir tentang apa yang telah diberikan
Oleh orang lain kepada kita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: