Dilema

Memilih …
Memang bukan pekerjaan mudah
Tapi mau bagaimana lagi?
Bukankah hidup ini adalah sebuah pilihan
Di mana kita selalu dituntut untuk mengambil salah satu
Diantara sekian banyak alternatif yang ada

Ketika hal itu terjadi
Ketika kita diharuskan untuk mengambil sebuah keputusan
Ketika itu pula, kita sedang dihadapi oleh sebuah dilema

Bingung?
Cuma itu yang kita rasakan ketika dilema di depan mata
Maka dari itu …
Tidak sedikit orang yang kelimpungan
Dan akhirnya salah dalam mengambil keputusan

Maka dari itu …
Segala sesuatu memang butuh pertimbangan
Apalagi kalau dihadapkan pada sesuatu yang penting
Tapi bagaimana pun situasinya
Cobalah meluangkan waktu untuk memikirkan segala sesuatunya dengan baik

Kalau sudah mentok
Kalau menemukan jalan buntu
Saatnya mendengarkan kata hati
Inilah benteng terakhir yang kita punya
Sebab tidak ada yang lebih juju rketimbang kata hati

Kenapa tidak mengajukan pertanyaan untuk hati
Apa yang sebenarnya yang lebih kita inginkan
Apa pun jawabannya nanti, yakinlah
Dengan begitu kita tidak akan semakin larut dalam kebingungan
Dan yang terpenting …
Setidaknya kita telah jujur pada diri kita sendiri
Dengan mengikuti kata hati

Jadi apa pun keputusannya
Pasti mengandung resiko di dalamnya, dan itu harus kita pahami
Tujuannya biar kita bisa menyiapkan mental apa pun yang bakal terjadi nanti
Sebab itu sudah menjadi resiko
Dan resiko adalah bagian yang tidak terpisahkan yang telah diambil

Bila keputusan sudah diambil
Langkah terakhir yang harus kita ambil dan kita tempuh
Adalah mematuhi apa yang telah jadi keputusan itu
Patuhi komitmen sebagai konsekuensi yang harus diterima
Jangan jadi pengecut yang lari dari tanggung jawab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: