2 Perkara Khusus Untuk Nabi SAW

Abdullah bin Abbas, atau yang lebih dikenal dengan nama ibn Abbas, merupakan saudara sepupu dari baginda Muhammad SAW hal ini dikarenakan ibn Abbas adalah putra dari sahabat Nabi dari pihak keluarga (saudara kandung dari ayah beliau, Abdullah) yang bernama Abbas bin Abdul Mutholib.
Suatu ketika shahabat ibn Abbas pernah bercerita : “Di suatu malam yang sunyi ketika semua alam dan sebagian besar manusia terlelap dalam tidurnya, Nabi Muhammad SAW duduk di samping Ka’bah bersama dengan sahabat beliau dari kalangan Malaikat, yaitu Ruhul Amin Malaikat Jibril Alaihis Salam. Adapun duduk beliau bersama dengan Sang Jibril as bukan sekedar duduk biasa melainkan saling baca sima’ kalam Allah SWT, Al Qur’an Al Karim.
Di tengah-tengah kenikmatan Nabi Muhammad SAW bersama dengan Malaikat Jibril as, tiba-tiba secara mengejutkan terdengar suara dari atas beliau atau lebih tepatnya suara tersebut terdengar dari langit. Karena penasaran dengan suara tersebut, maka Nabi Muhammad SAW mendongakkan kepala beliau ke atas langit untuk memastikan suara apakah gerangan yang terdengar di waktu malam pekat sunyi tersebut. Ternyata suara tersebut berasal dari suara pintu langit dunia yang terbuka sedangkan langit tidak pernah terbuka satu kalipun kecuali pada hari tersebut. Sesaat setelah pintu langit terbuka maka muncullah sesosok Malaikat keluar dari balik pintu langit yang terbuka. Kemudian malaikat tersebut turun dari langit untuk menemui baginda Nabi Muhammad SAW di dunia.
“Assalamu’alaikum wa Rahmatullah” Malaikat tersebut mengucapkan salam
“Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh” Jawab Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril bersamaan.
Malaikat JIbril kemudian bertanya kepada Malaikat tersebut, “Ada apakah kiranya engkau sampai turun menemui sahabatku, Muhammad SAW di malam ini?”
Malaikat tersebut menjawab, “Aku diperintahkan oleh Allah SWT”
“Ada masalah apa kiranya?” Nabi SAW bertanya
“Allah memberi kabar gembira untukmu wahai Muhammad!” Malaikat tersebut menjelaskan
“Sudikah engkau memberi tahukan kepada kami, kabar apakah gerangan itu?” Nabi mencoba mencari penjelasan lebih lanjut dari Malaikat tersebut
“Engkau di beri oleh Allah SWT dua perkara, yang tidak pernah Allah berikan kepada Nabi dan Rasul sebelum kamu!”
“Subahanallah, apakah dua hal tersebut, Wahai Malaikat?”
“Dua hal tersebut adalah, Surat Al Fatihah dan Akhir dari surat Al Baqarah! Maka barangsiapa yang membaca kedua hal tersebut (Al Fatihah dan akhir surat Al Bawarah), maka Allah akan memberikannya sesuatu sebanyak dengan jumlah huruf dari keduanya!”
Setelah menyampaikan khabar tersebut dan mengucapkan salam, Malaikat tersebut kembali ke langit melalui pintu langit yang telah terbuka tersebut. Adapun Nabi Muhammad SAW mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan kasih sayang-NYA kepada beliau.
(HR. Muslim)

Ahmad Yasin ibin Asmuni Al Jarani, Fadhoilul Suwar, (Kediri, Hidayatul At Thulab, 2002), hal. 3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: