Dilema Sebuah Kejujuran

Kuatkah aku?
Jika hanya untuk mengatakan cinta padamu
Aku tidak berani

Tapi, lemahkah aku?
Jika ternyata aku berani
Untuk mencintaimu

Salahkah aku?
Jika setelah sekian lama
Baru cinta itu muncul dalam hatiku

Namun, benarkah aku?
Jika aku tidak mencintaimu seorang

Naifkah aku?
Jika rasa itu ternyata benar-benar adal
Dalam hatiku

Sebab, apakah beda
Antara mengukir cinta atas nama persahabatan
Dengan mengukir persahabatan atas nama cinta

Namun, satu yang kutahu secara pasti
Bahwa hasrat tersebut
Adalah sebuah obsesi dalam jiwaku
Untuk menggapai cita-cita
Atas nama cinta

Karena kutahu…
Bahwa kebahagiaan sejati adalah
Kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh orang lain
Dan yang penting
Semua itu kulakukan
Adalah untuk seseorang yang benar-benar harus kuhormati
Dan kuhargai sepanjang nafasku berhembus

Jadi, apa pun yang terjadi
Aku akan menerimanya
Walaupun itu termasuk sebuah penolakan

Karena aku bukanlah TUHAN
Yang mampu mewujudkan
Apa yang menjadi keinginan

Namun, meskipun begitu
Aku masih berharap yang terbaik
Dalam kehidupanku

Meskipun aku tidak tahu
Bagaimana cara mencintaimu dengan bijaksana
Karena aku juga mencintai orang lain

Namun, kejujuran ini
Pasti akan menimbulkan dilema tersendiri
Bagi diriku dan mungkin juga bagi orang lain

Karena aku sadar
Bahwa hatiku terlalu lemah
Sebab aku tidak dapat
Hanya untuk mencintai seorang wanita saja

Apakah akhir dari dilema adalah
Kebahagiaan ataukah kesedihan?
Itu hanya akan menjadi sebuah misteri
Yang panjang dari kenyataan

20-07-2007, Irsyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: